Sumenep,MaduraExpose – Pemuda Giat Wisata( PGW) diwilayah binaan Koramil 0827/23 Giligenting pada hari ini, Minggu 23 September 2018 melaksanakan giat kerapan sapi betina dan kuliner sefood, tepatnya di Gili raja Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.

Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep Letkol Inf. Ato Sudiatna beserta Istri Ny. Imelyda dan dengan di dampingi Danramil 0827/23 Kapten Inf. Eko Prayitno turut hadir memeriahkan kegiatan kerapan sapi betina dan kuliner sefood yang diselenggarakan oleh pemuda giat wisata (PGW).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan estimasi tamu undangan kurang lebih 400 orang bertempat di Dusun Banbaru Giliraja Kecamatan Giligenting tersebut dengan mengambil tema “Membangkitkan Eksistensi Pemuda Melalui Kesadaran Sejarah”.

Adapun Susunan acara dengan diawali pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu indonesia raya. Sambutan oleh ketua pemuda giat wisata (PGW) Kecamatan giligenting oleh Saudara Edi Susanto yang intinya; kami mengadakan kerapan sapi betina ini tujuannya untuk bisa melestarikan budaya masyarakat Kecamatan Giligenting.

“Kami juga mempunyai kebudayaan kebudayaan yang tak kalah bagusnya dari daerah-daerah yang lain yang ada di Kabupaten Sudah,” ungkapnya.

Kami mengharapkan kepada Bapak Bupati Sumenep agar acara kerapan sapi betina bisa di jadikan even tahunan dan masuk dalam agenda visit sumenep 2018. “harapan Edi selaku ketua PGW”.

Perlu diketahui oleh semua tamu undangan yang mana masyarakat giliraja mengadakan kerapan sapi betina 3 minggu sekali, dan rencananya tiap minggu akan kita laksanakan pada hari Rabu disetiap minggunya.

Saya selaku ketua pemuda giat wisata Kecamatan Giligenting mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Bupati beserta rombongan yang telah sudi datang dalam acara ini.

Pada Sambutan Bupati Sumenep, pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat allah SWT karena atas rahmat dan karunianya saya bersama rombongan bisa menyaksikan kemeriahan dan keunikan lomba kerapan sapi betina dan kuliner sefood di pulau Giliraja kecamatan Giligenting.

Jika selama ini kita melihat kerapan sapi dan kambing, sekarang kita bisa melihat yang lebih unik lagi yaitu kerapan sapi betina. “Keunikan seperti ini baru ada di Pulau Giliraja Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. Hal ini tentu akan memperkaya wisata dan tradisi lokal sehingga bisa menjadi daya tarik wisata khususnya sumenep di masa mendatang,” ungkap Bupati.

Kita harus berbangga karena ke depannya kerapan sapi akan go internasonal. Hal tersebut tentu wajib di apresiasi dan di sambut suka cita karena kerapan sapi memiliki nilai luar biasa yang mengajarkan semangat kompetisi, semangat bertahan hidup dan ritual ritualnya yang unik.

“Untuk itu saya berharap momen hari ini bisa membangkitkan komitmen oleh semua pihak dalam melestarikan kerapan sapi betina, saya juga berharap atraksi wisata seperti ini tidak hanya menjadi tontonan tapi juga bisa memberikan akses peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat,” harapan Bupati Sumenep.

Setelah beberapa sambutan dilanjutkan pemberian penghargaan kepada para ketua dari masing- masing kelompok kerapan sapi betina oleh Bupati Sumenep dan dilakukan tabuh gong oleh Bupati Sumenep yang mana tanda acara kerapan sapi betina di mulai.

Pada akhir, giat selanjutnya Bupati Sumenep beserta rombongan menuju kediaman Hj Suciati selaku Kepala Desa Banbaru untuk melaksankan makan siang atau ramah tamah dengan hidangan bermacam-macam Kuliner Sefood kas dari Kabupaten Sumenep

Selain Dandim 0827 Sumenep dan Danramil 23/Giligenting, turut hadir juga pada kegiatan diantaranya Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si selaku Bupati Sumenep beserta istri, Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen, SIK,SH, Kepala dinas pendidikan Kab. Sumenep yang di wakili oleh Drs Mohammat Saleh MM, Camat Kec. Giligenting Bapak Drs. M. Farid W, Kp, Msi., Para Kepala Desa se-kecamatan Giligenting, Tokoh Agama dan tokoh Masyarakat kec. Giligenting, Forpimka Kec. Giligenting dan Para pemuda giat wisata (PGW) se Kec. Giligenting.

(sur/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM