Dampak Reklamasi Nelayan Jadi Pemulung dan Pengemis

Terbit: 13 Maret 2016 | 14:07 WIB

MADURA EXPOSE- Maraknya proyek reklamasi di berbagai daerah di Indonesia menuai penolakan dari berbagai pihak.

Berbagai pihak menilai, reklamasi hanyalah proyek persekongkolan antara pengusaha dan penguasa, nelayan dan masyarakat pesisir dirampas ruang dan sumber kehidupannya.

Di Makassar sendiri, proyek reklamasi yang berpusat di pesisir pantai Losari kini berdampak pada mata pencaharian nelayan, khususnya nelayan perempuan yang menggantungkan hidupnya di laut.

Perwakilan dari Solidaritas Perempuan Anging Mamiri Makassar, Nurhayati mengungkapkan, berkaitan dengan reklamasi pantai yang ada di kota Makassar, saat ini pihaknya dengan berbagai elemen perempuan dan organisasi terus melakukan perlawanan untuk menolak proyek reklamasi di kota Makassar.

“Bersama teman-teman, perlawanan dan penolakan terus kita lakukan terhadap proyek reklamasi yang ada di pantai Losari, kota Makassar. Proyek reklamasi di kota Makassar telah banyak menghilangkan sumber penghasilan perempuan yang ada di kota Makassar,” papar Nurhayati dalam acara jumpa pers “Perempuan Tolak Reklamasi” di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (13/3).

Nurhayati menuturkan, sebelum reklamasi dilakukan di kota Makassar, perempuan nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut masih menghasilkan pendapatan perhari sampai dengan 100 ribu perhari.

“Setelah reklamasi dilakukan, penghasilan nelayan turun drastis menjadi 20 ribu sehari, itupun sangat susah dihasilkan saat ini,” papar Nurhayati.

Kondisi tersebut, lanjut Nurhayati mengakibatkan para perempuan nelayan tempat tinggal dan sumber kehidupannya tergusur hingga banyak dari mereka yang kemudian beralih pekerjaan menjadi buruh pabrik ataupun buruh cuci.

“Bahkan ada yang jadi pemulung dan pengemis,” tuturnya.

Nurhayati membeberkan, proyek reklamasi di pantai Losari Makassar mengancam kehidupan ratusan nelayan perempuan yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai pencari dan pengupas kerang.

“Ada sekitar 45 KK yang menanggung 456 orang untuk tiga wilayah yang kena dampak, Kecamatan Tallo, Mariso, dan Losari. Mereka saat ini tergusur. Kedepan tentu jumlah ini akan meningkat” ujarnya.

(Wahyu Romadhoni)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    WASPADA! Potensi Cuaca Ekstrem dan Petir Melanda Sumenep Sepekan ke Depan, Wilayah Kepulauan Paling Rawan

    Terbit: 13 Februari 2026 | 02:39 WIB SUMENEP, maduraexpose.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kabupaten Sumenep dan sekitarnya. Berdasarkan data yang…

    DARURAT LOGISTIK: BBM dan Beras Krisis, Warga Aceh Tengah Datangi Kantor Bupati

    Terbit: 2 Desember 2025 | 23:17 WIB METRO ACEH — Situasi darurat pangan dan energi di Kabupaten Aceh Tengah semakin kritis pasca-bencana. Ratusan warga yang terdampak banjir dan tanah longsor…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *