ist/net

Ambunten (MaduraExpose.com)- Diduga karena persoalan wanita, Ach. Syairosi (36) warga Desa Tamba Agung Tengah terlibat aksi carok dengan A. Ghazali (50) warga Desa Bukabuh mempunyai dendam lama antara Ach Gazali (50) warga Desa Bukabu, Kecamatan Ambunten, Sumenep Madura.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MaduraExpose.com, duel carok itu terjadi setelah keduanya pulang melihat pameran pembangunan. Syairosi mengalami luka bacok dibagian kepala tembus hingga telinga kiri. Begitu juga bagian lengan kirinya tergores celurit.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Syairosi sempat dilarikan ke Puskesmas Abunten namun ditolak dengan alasa luka korban terlalu parah hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Dr Moh. Anwar Sumenep. Namun ditengah perjalanan, korban sudah menghembuskan nyawa.

Sedang Ach. Gazali saat ini masih di rawat di RSI Garam Kalianget untuk menjalani perawatan medis karena mengalami luka bacok yang cukup serius dibagian lengan kirinya.

Sementara Kapolsek Ambunten, Iptu Supardi membenarkan adanya dua warga yang terlibat duel maut (carok) dengan menggunakan celurit dan tongkat.

“Salah satu korban meninggal dan satunya lagi masih di rawat di RSI Kalianget. Diduga karena motif dendam lama,” terang Kapolsek Ambunten, Iptu Supardi, Jumat (19/9/2014).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Mendapat laporan adanya carok tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Sejumlah saksi dilakukan pemeriksaan termasuk mengamankan sejulah barang bukti berupa dua buah celurit dan sebuah tongkat. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan Nomor Polisi M 3552 WA milik Ach Gazali.

Dari keterangan para saksi, motif carok dua warga Ambunten itu dipicu karena persoalan wanita yang bekerja di Malaysia. Dimana wanita itu diketahui bernama Iin, yang saat itu masih berstatus sebagai istri Rasad. Namun setelah bekerja di Malaysia, Iin diduga sengaja di nikahi oleh Ach. Ghazali.

Rupanya pernikahan Gazali dengan Iin tersebut membuat Syairosi dendam. Bahkan, saat Ghazali pulang kampung, keduanya sering cekcok hingga akhirnya terlibat baku hantam dirumah Mustakir, warga Desa Campor Barat, Ambunten pada Sabtu (13/9) lalu.

Beruntung pada saat itu tidak sampai terjadi carok, karena langsung dilerai warga yang kebetulan dilokasi.

“Mungkin tidak terima saat cekcok tempo hari, keduanya langsung carok tadi malam”, imbuh Kapolsek Ambunten.

Sebelum terjadi duel carok, saat itu korban sedang mengendarai speda motor dengan Nopol M 3552 WA yang langsung dibuntuti pelaku. Keduanya yang sudah sama-sama dikuasi nafsu amarah langsung mengeluarkan celurit dan tongkat.

“TKP nya di pertigaan Desa Ambunten Timur. Sekitar 300 meter dari Polsek ini,” terangnya menambahkan. (tim)