Campak Meneror Sumenep

Terbit: 25 Agustus 2025 | 17:59 WIB

Di balik keheningan malam, ada musuh tak kasat mata yang terus mengintai. Namanya campak. Dan di Sumenep, ia telah menjelma menjadi mimpi buruk, menebar teror di 26 kecamatan. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jeritan pilu yang menusuk kalbu: 2.105 kasus, dan yang paling menakutkan, 17 anak telah kehilangan nyawa mereka. Ini adalah Kejadian Luar Biasa (KLB), sebuah peringatan dini yang tak boleh diabaikan.


 

Perisai Terakhir: Imunisasi

 

Pemerintah Kabupaten Sumenep tak tinggal diam. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), mereka meluncurkan serangan balasan: Imunisasi Massal. Langkah ini adalah perisai terakhir untuk memutus rantai penularan yang mengerikan.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, bersuara tegas. “Kami meminta para orang tua untuk tidak takut mengimunisasi anaknya,” ujarnya, seolah-olah berusaha menenangkan badai ketakutan yang melanda. “Ini adalah senjata paling ampuh kita.”

Imunisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. Menunda sama dengan mengundang bahaya. Setiap detik yang terbuang, setiap penundaan yang disengaja, bisa berujung pada penyesalan yang tak terperikan. “Jangan tunggu anak sakit baru bertindak,” serunya. “Lindungilah buah hati Anda sejak dini. Berikan mereka perisai yang tak terlihat ini, agar mereka bisa tumbuh kuat dan tak tertembus oleh ancaman campak.”

 

Serbuan Tanpa Kompromi

 

Kepala Dinkes P2KB, drg. Ellya Fardasah, menegaskan bahwa ini adalah perang yang harus dimenangkan dalam waktu singkat. “Kami menargetkan imunisasi ini selesai dalam dua minggu,” katanya dengan nada penuh tekad. Target ini bukan sekadar angka, melainkan harapan untuk menghentikan laju kematian yang terus bertambah.

Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan seruan untuk seluruh masyarakat. Pemerintah, tokoh masyarakat, dan setiap elemen harus bersatu. Hanya dengan gotong royong dan edukasi, kekebalan kelompok atau herd immunity bisa terwujud. Kita harus melawan, bersama-sama, demi menyelamatkan anak-anak kita dari cengkeraman penyakit yang mematikan ini.

Akankah kita membiarkan campak terus menelan korban? Atau kita akan bangkit, bertindak, dan menyelamatkan generasi penerus kita? Keputusan ada di tangan Anda.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *