Operasi Gen Z dan Teka-teki Tim Tujuh di Pucuk PKB Sampang

Terbit: 31 Maret 2026 | 18:45 WIB

SAMPANG — Peta politik di internal Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sampang mulai memanas pasca-Musyawarah Cabang (Muscab) VI. Bukan sekadar suksesi biasa, bursa calon Ketua Tanfidziyah kali ini memunculkan delapan nama kuat yang merepresentasikan kekuatan petahana, figur pesantren, hingga teknokrat parlemen. Di balik tarik-ulur nama tersebut, muncul sinyal kuat mengenai reorientasi partai menghadapi dominasi pemilih muda pada dekade mendatang.

Berdasarkan mekanisme Muktamar Bali 2025, proses pengisian nakhoda PKB Sampang kini menempuh dua jalur paralel: pemetaan struktural oleh DPP melalui “Tim Tujuh” di tingkat DPW, serta penjaringan aspirasi akar rumput dari peserta Muscab. Hasilnya, delapan figur terpilih kini tengah berada di bawah radar uji kelayakan (fit and proper test).

Baca Juga: Batang-Batang ‘Diserbu’ 6.000 Porsi Makan Gratis, Babinsa Pasang Badan

Tarung Kapasitas di ‘Garis Tangan’ DPP

Empat nama awal yang muncul dari hasil kurasi Tim Tujuh didominasi oleh legislator aktif yang memiliki rekam jejak elektoral mumpuni. Mereka adalah KH Mushaddaq Chalili, Aliyadi Mustofa (DPRD Jatim), Baihaki Munir, dan Mohammad Farok. Munculnya nama-nama ini mengindikasikan bahwa DPP PKB mengedepankan aspek senioritas dan stabilitas politik di daerah.

“Mekanisme di PKB memiliki kekhasan. DPP memiliki kewenangan penuh untuk memetakan figur yang dinilai mampu menjaga marwah partai di daerah,” ujar Mohammad Farok, Ketua Bapemperda DPRD Sampang sekaligus Bendahara DPC PKB, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan prinsip Sami’na wa Atha’na (kami mendengar dan kami taat) terhadap keputusan final pusat.

Baca Juga: Geger Sumur ‘Api’ di Karduluk: Aroma Belerang Menyengat, Polisi Pasang Garis Terlarang!

Konsolidasi Total dan Visi 2031

Di sisi lain, munculnya nama-nama tambahan dari arus bawah seperti Ali Mustakim, Fahmi Bardi, Mukyan Hasbullah, dan Abdurrohim, menunjukkan dinamika demokrasi yang masih cair. Salah satu kandidat kuat, Baihaki Munir, bahkan sudah melempar visi radikal jika dipercaya memimpin: perombakan total struktur PAC dan mobilisasi besar-besaran generasi Z.

Baca Juga: THR PPPK Sampang: Rp250 Ribu, ‘Roti Kering’ di Tengah Badai Inflasi?

“Kita harus realistis. Pada tahun 2031, pemilih dari kalangan Gen Z akan mendominasi hingga 80 persen. Inisiatif merekrut pemuda ke dalam partai bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keberlanjutan ideologi partai,” tegas Baihaki yang saat ini menjabat Sekretaris DPC PKB Sampang.

Secara teori administrasi organisasi partai, langkah PKB Sampang yang mengombinasikan top-down mapping dan bottom-up suggestion merupakan upaya menjaga keseimbangan antara otoritas pusat dan loyalitas lokal. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memikul beban berat: mengonversi bonus demografi menjadi perolehan kursi di parlemen. (*)

Red./Editor: Ferry Arbania  | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *