KANAN:Bupati Sumenep A.Busyro Karim (Dok.MaduraExpose.com)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Penantian panjang masyarakat kepulauan Sumenep soal penerangan listrik yang selama ini didamba-dambakan, tampaknya akan segera terwujud menjadi kenyataan.

Dijelaskan Bupati Sumenep A.Busyro Karim, khusus tahun ini, ada lima kecamatan yang sudah mengalami kepastian mendapatkan aliran listrik secara normal, yakni 24 jam. Pihaknya menambahka, pihaknya sudah melakukan peluasan jaringan listrik. Antara lain, Kecamatan Sapudi, Giligenting, Raas, Sapudi, Gili Iyang, dan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Perluasan jaringan dilakukan langsung oleh pihak PLN. Namun khusus Gili Raja akan ditangani langsung oleh Pemerintah Daerah melalui APBD tingkat dua ,” terang Bupati Sumenep, A Busyro Karim di Sumenep.
Pihaknya juga merinci adanya pemetaan dalam upaya memenuhi keinginan masyarakat yang selama ini merindukan aliran listrik normal. Menurutnya, upaya itu ditempuh dengan maksimal, meski beberapa daerah belum memungkinkan disentuh aliran listrik milik PLN.

“Seperti pemenuhan listrik di Pulau Gili Iyang, rencananya akan menggunakan PLTD atau pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) agar tidak mengganggu kadar ogsigen,” imbuhnya.

Dijelaskan Busyro, rencana menggantikan aliran listrik dari PLN ke PLTD, menurut dia, sebagai filter, agar kandungan oksigen terbaik di Pulau Gili Iyang tidak terkontaminasi.

“Karena berdasarkan hasil dari penelitian Tim Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN, Pulau Gili Iyang dinyatakan sebagai salah satu pulau yang mempunyai kandungan ogsigen terbaik di Dunia setelah Yordania,”paparnya memberikan penjelasan panjang lebar.

Mantan pasangan Wabup Soengkono Sidik inipun membeberkan kalau pemasanga PLTD di pulau Giliyang hanya bersifat sementara.

“Untuk Giliiyang, akan dibangun jaringan listrik bawah laut. Insya Allah tahun depan. Dalam hal ini kami sudah teken kerjasama dengan pihak BPWS”,terangnya menambahkan.

Mantan Ketua DPRD Sumenep dua priode ini memastikan, bahwa MoU yang diteken bersama BPWS menargetkan pembangunan jaringan listrik bawah luat akan tersebut akan tuntas pada tahun 2019.

Sedangkan pembangunan listrik di Pulau Gili Raja, lanjut Bupati, pihak Pemkab Sumenep telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 2.170.000.000 yang sudah masuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). [Ima/***]