maduraexpose.com

 


Radar Pemkab

Bupati Fauzi: Literasi Pilar Peradaban, Sumenep Rayakan Budaya Baca

429
×

Bupati Fauzi: Literasi Pilar Peradaban, Sumenep Rayakan Budaya Baca

Sebarkan artikel ini

Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi: Sumenep Mengukuhkan Diri sebagai Kota Literasi Melalui Festival Literasi 2025

Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi: Sumenep Mengukuhkan Diri sebagai Kota Literasi Melalui Festival Literasi 2025

SUMENEP, MADURA – Di tengah gempuran informasi digital dan disrupsi budaya, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengambil langkah tegas dan inspiratif untuk membentengi masyarakatnya dengan kekuatan literasi.

 

 


Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pemkab Sumenep secara resmi menggelar Festival Literasi 2025, sebuah perhelatan akbar yang bertujuan tidak hanya meningkatkan budaya baca, tetapi juga membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

 

 

Festival yang dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, pada Senin (22/9/2025) di Universitas  Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, menjadi penanda komitmen serius pemerintah daerah terhadap pembangunan berbasis pengetahuan. Bupati Fauzi menegaskan bahwa literasi jauh melampaui sekadar kemampuan membaca dan menulis.

 

 

“Literasi adalah fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Bupati Fauzi di sela-sela festival.

 

Ia menambahkan, “Literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi efektif, serta membentuk karakter yang kuat. Membaca itu perintah. Tanpa membaca, manusia tidak akan menjadi hebat. Literasi adalah pilar peradaban yang tidak boleh diabaikan.”

 

 

Literasi di Era Digital: Perisai dari Hoaks dan Konsumerisme

 

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Bupati Fauzi menyoroti tantangan krusial di era digitalisasi masif. Generasi muda, yang kini akrab dengan gawai sebagai gerbang informasi utama, dihadapkan pada arus data yang tak terhingga.

 

Di sinilah, literasi berperan sebagai perisai. “Masyarakat, khususnya generasi muda, membutuhkan literasi dalam memilah dan memahami informasi secara bijak, agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks, manipulasi informasi, dan gaya hidup konsumtif yang tidak produktif,” tegasnya.

 

 

Meski mengakui dominasi gawai, Bupati Fauzi berharap festival ini dapat menjaga esensi membaca. Ia berambisi menjadikan Festival Literasi sebagai agenda rutin tahunan untuk mendorong minat baca di seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa.

 

“Festival ini harus menjadi agenda rutin. Harapan saya, kegiatan ini memberi semangat bagi anak-anak muda maupun orang tua untuk terus membaca,” imbuh politisi PDI Perjuangan ini.

 

 

Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi

 

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi Lewat Literasi”, festival ini bukan hanya pameran buku, melainkan sebuah gerakan kultural. Tema tersebut mengandung makna mendalam bahwa literasi adalah jembatan antara warisan budaya lokal dengan tantangan modernitas.

 

“Melalui literasi, kita bisa membangun jembatan antara warisan budaya dengan tantangan zaman modern,” kata Bupati Fauzi, menekankan bagaimana pengetahuan dari masa lalu dapat menginspirasi inovasi di masa kini.

 

 

Rangkaian Acara Edukatif dan Menarik

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Rudi Yulianto, merinci beragam kegiatan yang telah disiapkan untuk memeriahkan festival. Rangkaian acara edukatif ini meliputi:

  • Senin, 22 September 2025: Bedah buku “Berteman dengan Luka Masa Kecil” yang diikuti 150 peserta, membuka wawasan tentang kesehatan mental melalui literasi.
  • Selasa, 23 September 2025: Talkshow inspiratif bertema “Membaca Budaya, Menulis Peradaban” dengan 150 peserta, mengkaji hubungan erat antara literasi dan pembentukan identitas budaya.
  • Rabu, 24 September 2025: Lomba mewarnai untuk anak-anak TK sederajat yang melibatkan 200 peserta cilik, menstimulasi minat baca sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

 

Selain kegiatan utama, masyarakat juga dimanjakan dengan bazar buku yang menawarkan diskon menggiurkan hingga 80 persen. Bazar ini akan diselenggarakan dalam dua tahap: 22 hingga 24 September 2025 di Uniba Madura, dan dilanjutkan pada 25 hingga 27 September 2025 di Dinas Perpustakaan Sumenep.

 

“Semoga Festival Literasi 2025 mampu melahirkan generasi cinta ilmu, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sumenep sebagai daerah berbudaya dan berperadaban,” pungkas Rudi Yulianto. Dengan antusiasme yang tinggi dan rangkaian acara yang variatif, Festival Literasi 2025 Sumenep diharapkan tidak hanya menjadi perayaan buku, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan daerah yang lebih cerdas dan berbudaya.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---