Bupati Fauzi Larang Setel Musik Modern di Keraton, Apa Untungnya?

Terbit: 17 Maret 2021 | 12:08 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com) — Gebrakan baru dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi dibanyak bidang membuat terhenyak banyak kalangan.

Banyak pihak menilai, beberapa kebijakan yang diambil politisi yang merupakan keponakan asli dari Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah ini lebih berani dari Bupati sebelumnya A.Busyro Karim.

Salah satunya kebijakan soal pelarangan menyetel musik modern di Keraton Sumenep.

Alasannya sederhana,yakni untuk menembalikan fungsi keraton sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan Sumenep.

“Saya berusah mengembalikan fungsi keraton Sumenep sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan,”demikian Achmad Fauzi,Bupati Sumenep dilansir Maduraexpose.com, Rabu 17 Maret 2021.

Tak hanya pelarangan musik modern di keraton saja, Fauzi juga menghendaki agar Labheng Mesen dikembalikan lagi fungsinya sebagai pintu utama keraton.

“Karena Labheng Mesem itu sejak difungsikan sebagai pintu utama akses keluar masuk menuju rumah dinas Sumenep,” tandasnya.

Dia pun menyusun sejumlah peraturan yang harus diterapkan di komplek pendopo Keraton Sumenep. Seperti memfungsikan kembali pintu utama keraton (Labeng Mesem) sebagai akses keluar masuk termasuk kendaraan dinas bupati menuju rumah dinas Sumenep.

“Dan setiap ada pengunjung yang hendak masuk ke keraton wajib melepas alas kaki. Pakaian harus sopan dan pakai celana panjang,” tutupnya.

Editor: Ferry Arbania

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

    Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *