H. Hasan Busri Tokoh Nelayan Sesalkan Kebijakan Kepala PP Pasongsongan

0
489
H.Hasan Busri, Tokoh Nelayan Pasongsongan, Sumenep/Dok.Maduraexpose.com

Sumenep (Maduraexpose.com)–Tokoh nelayan berpengaruh mengaku sangat kecewa dengan kebijakan yang diterapkan oleh pihak managmen Pelabuhan Perikanan –PP. Pasongsongan yang menolak permohonan masyarakat untuk memanfaatkan sarana yang tidak terpakai untuk kepentingan nelayan.

“Kemarin saya sudah menyampaikan langsung kepada Kepala Pelabuhan Pasongsongan untuk minta ijin menyewa beberapa tempat yang tidak terpakai untuk disewa. Tapi tidak dibolehkan dengan alasan bukan untuk tempat kayu perahu,” demikian H.Hasan Busyri saat diwawancarai di Pelabuhan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu 13 Maret 2021.

Pihaknya mengaku kecewa dengan kebijakan yang diterapkan pihak PP dengan dalih ketimban fasilitas pelabuhan terbengkalai tidak terpakai, dirinya berniat untuk menyewanya sesuai ketentuan yang diterapkan yakni sekitar Rp.3 juta rupiah setahun.

“Apalagi ini ada dua tempat milik pelabuhan yang tidak disewa malah digunakan orang lain secara sepihak. Buktinya ini, los bagian selatan itu disewakan untuk menaruh garam, tapi bagian utara yang tidak disewa kok malah dipakai juga,”imbuh Haji Busri penuh kecewa.

Dirinya mengaku tak habis pikir dengan Kepala Pelabuhan yang terkesan pilih kasih dalam menerapkan kebijakan.
“Kalau memang fasilitas itu khusus untuk pengepakan ikan, kenapa kok untuk penyimpanan garam dalam karung itu justru dibolehkan. Sedang untuk kayu bahan perahu malah dilarang,” tandasnya.

Selaim itu, Haji Busyri melihat banyak hal di Pelabuhan Pasongsongan yang perlu dikritisi kedepannya karena diduga sangat merugikan nelayan.

“Salah satunya soal bantuan pemerintah yang turun ke nelayan. Dibawah banyak keluhan-keluhan yang akan kita kawal bersama,” tandasnya.

Selain itu, pria yang dikenal dekat dengan aktivis dan media ini berencana akan berkirim surat ke piahak Provinsi Jawa Timur, agar semua persoalan yang terjadi di Pelabuhan Pasongsongan ditelusuri.

HotNews:  Hampir Menang di Pilkada Sumenep, Begini Reaksi Fattah Jasin

“Saya belum pernah mempersoalkan hal apapun yang terjadi di Pelabuhan Pasongsongan, Kecuali hari ini karena saya merasa sudah tidak bisa ditolerir lagi,” pungkasnya kepada Maduraexpose.com

Sementara Kepala Pelabuhan Pasongsongan Chairul Huda,SPI saat dikonfirmasi Maduraexpose.com melalui telpon genggamnya membenarkan adanya fasilitas pelabuhan yang tidak terpakai alias kosong.
“Emang kosong, kalau orang yang memanfaatkan untuk menaruh ikan, piber atau garam nggak apa-apa. Kalau garam boleh karena satu paket untuk pengepakan ikan,” demikian Kepala Pelabuhan Pasongsongan Chairul Huda,SPI, saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya, Sabtu 13 Maret 2021.

Disinggung soal keperluan nelayan yang membutuhkan tempat penyimpanan sementara untuk kayu bahan perahu di daerah pojok dekat bengkel. (Ferry Arbania)