Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM– Dalam sambutannya, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, mengucapkan selamat datang kepada Pangdam V/BRW, dan berharap tidak hanya sekali datang ke Sumenep.

Selain itu, Bupati Sumenep juga menyampaikan letak geografis dan demografi wilayah Kabupaten Sumenep, serta kerukunan umat beragama, yang sudah terjalin sejak zaman kerajaan, dan hingga kini masih terpelihara.

Sementara Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana dalam sambutannya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Sumenep, yang sudah menyambutnya dengan baik.

Disanping itu, Pangdam V/Brawijaya juga mengaku kagum dengan masyarakat Sumenep, yang hingga saat ini tetap menjunjung tinggi kerukunan umat beragama.

Karena masalah tersebut, mencerminkan rasa kebhinnekaan masyarakat Sumenep sangat tinggi, utamanya dalam kerukunan umat beragama maupun antar suku bangsa.

Oleh sebab itu, pihaknya menekankan agar isue – isue yang berkembang terkait politik Pilkada terutama di Jakarta, tidak menjadi alat pemecah belah kerukunan antar umat beragama di Sumenep.

Sehingga, keutuhan NKRI tetap terjaga, dan menjadi kebutuhan utama bagi warga negara Indonesia.

“Setelah kita merdeka dari penjajahan barulah dirumuskan/konsensus empat Dasar/pilar negara yaitu NKRI, UUD 45, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar maupun pandangan rakyat Indonesia,” paparnya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta para Kyai dan ulama agar dapat menenangkan situasi, demi mencegah dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan Hoax yang belum tentu kebenarannya.

Hal itu dikarenakan, Negara Indonesia berpotensi timbul gejolak karena termasuk negara kaya minyak. Sehingga perdamaian di Indonesia harus tetap dijaga, demi menghalau pengaruh asing.

Bahkan saat ini, bahaya narkoba sudah memprihatinkan karena sudah merambah kalangan aparat maupun elemen masyarakat. Sehingga masa depan generasi muda kita sudah teracuni, dan otaknya sudah rusak akibat pengaruh narkoba.

HotNews:  Babinsa Koramil Saronggi, Ajak Warga Binaan Peduli Kebersihan Lingkungan

Selain itu, pihaknya juga menegaskan jika logo palu arit pada uang rupiah, tidak benar adanya. Karena gambar/logo tersebut merupakan simbol Bank Indonesia. (din/**)