
SUMENEP — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) tiba di Sumenep hari ini untuk meninjau langsung penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Kunjungan ini merupakan respons pemerintah pusat terhadap krisis kesehatan yang telah merenggut 20 nyawa anak dan menjangkit 2.321 orang hingga Agustus ini.
Di sela-sela kunjungannya ke TK Islam Integral Qurrota A’yun, BGS menekankan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan dan penyelamatan nyawa.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumenep, di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang telah memulai program imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak di seluruh wilayah.
Melawan Hoaks dan Menjaga Kekebalan Komunal
Dalam dialog dengan tenaga kesehatan dan orang tua murid, BGS berpesan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh hoaks seputar vaksinasi. Ia menegaskan bahwa imunisasi adalah langkah yang terbukti efektif dalam mencegah penyakit berbahaya seperti campak.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo juga meminta dukungan penuh dari semua pihak—mulai dari instansi pemerintah, tokoh masyarakat, hingga media—untuk menyukseskan program ini.
Program ORI yang berlangsung selama dua minggu sejak 25 Agustus 2025 telah berhasil menjangkau 16.242 anak. Vaksinasi diberikan secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, posyandu, dan sekolah, demi memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan yang layak.


![Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah usul verifikasi biometrik (sidik jari & retina) untuk beli gas elpiji 3 kg guna hemat anggaran. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah usul verifikasi biometrik (sidik jari & retina) untuk beli gas elpiji 3 kg guna hemat anggaran. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1775492774/said-abdullah-usul-retina-mata-elpiji-3kg_rs43fv.jpg)




