BPPKAD Sumenep: Perolehan PBB Masih 22,8 Persen

Terbit: 28 Mei 2017 | 08:23 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Sejak beberapa tahun terakhir, pemberitaan terkait Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kabupaten Sumenep selalu menjadi trending topic karena berkaitan dengan masyarakat bawah.

Baru-baru ini, Didik Untung Samsidi, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep membeberkan tunggakan pajak tersebut sebesar Rp 4,5 miliar .

Menurut mantan Kepala Isnpektorat ini, membengkaknya hutang pajak bangunan dan bumi itu karena kesadaran masyarakat yang masih perlu untuk terus ditingkatkan.

“Tunggakan PBB tahun 2016 saja mencapai Rp 4,5 miliar. Salah satu faktornya karena minimnya kesadaran masyarakat,” ungkap Didik Untung Syamsidi, Kepala BPPKAD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pihaknya menargetkan ada perubahan siginifikan pada pertengahan tahun ini, perolehan pajak terus meningkat. Untuk itu pihaknya terus melakukan berbagai ikhtiar agar ketaatan bayar pajak di Sumenep terus ditingkatkan.

Pihaknya menambahkan, hingga memasuki bula ketiga tahun ini, target pelunasan PBB masyarakat masih mencapai 22,8 persen.

“Padahal target kita sebesar 6,4 miliar. Ini baru sekitar Rp 1,9 miliar,”tandasnya.

Didik juga membeberkan, disamping minimnya kesadaran warga taat pajak, pihaknya juga menemukan ada beberapa kecamatan yang justru dengan kompak tidak melakukan pembayaran pajak .

“Malah di Kecamatan Nonggunung sama sekali tidak ada yang bayar pajak. Nol persen malah. Di Kecamatan Batuan hanya sekitar 8 persen,”pungkasnya.

Kendati demikian, Didik berjanji akan terus melakukan penagihan terhadap masyarakat wajib pajak.

“Salah satu upaya yang kami lakukan dengan melakukan kerjasama penagihan pajak melalui Kepala Desa masing-masing,” pungkasnya. [Ferry/***]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *