Bila Busyro Kalah, Edi Mengancam Tarik Uang Rp 50 jutaan dari Sejumlah Kades

0
936
KANAN: Edi Junaidi, Ketua LSM dan Tokoh Masyarakat Pulau Gili Genting, Sumenep. [Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com]

Sumenep, Maduraexpsoe.com- Pelaksanaan Pilkada Sumenep sudah didepan mata, berbagai upaya dilakukan oleh masing-masing pendukung paslon untuk merebut hari masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan.

Beredar kabar dikalangan tokoh masyarakat kepulauan, jika beberapa kepala desa terindikasi menerima uang ‘pengkondisian’ jutaan rupiah untuk memenangkan pasangan calon (paslon) tertentu.

Bahkan Edi Junaidi, tokoh masyarakat Pulau Giligenting secara terbuka bilang, kondisi politik saat ini diibaratkan dengan pertarungan antara Said Abdullah, anggot DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dari Partai Demokrat.

“Plkada Sumenep ini adalah pertarungan antara Said Abdullah VS Karwo”, ujar Edi Junaidi saat berbincang dengan kontributor Maduraexpose.com di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2015).

Tokoh masyarakat dan LSM kepulauan yang biasa dipanggil Edi Kuncir ini menambahkan, saking ketatnya persaingan antar pendukung dua paslon yang akan bertarung dalam pemilihan bupati atau Pilkada Sumenep tahun ini.

“Bahkan dari beberapa kepala desa di kepulauan Gili telah menerima uang pribadi dari Said sebesar Rp 50 juta untuk dipergunakan apa saja asal bisa memenuhi target jumlah suara,” imbuh Edi dengan nada berapi-api.

Edi berjanji, jika target perolehan suara tidak bisa dipenuhi oleh para kepala desa yang terindikasi telah menerima uang puluhan juta tersebut, pihaknya mengaku akan menagih para Kades supaya uang telah diambil dikembalikan lagi kepada Said Abdullah.

“Saya yang akan menagih uang ke beberapa kepala desa untuk mengembalikan, bila tidak mendukung Busyro”. tandas Edi menutup perbincangan.
Sementara Said Abdullah, anggota DPR RI dikonfirmasi melalui pesan singkat ke dua nomor pribadinya belum ada tanggapan terkait pernyataan Edi Junaidi tersebut.
(im/fer).