Batik Madura, Ekspresi Kebebasan Para Pengrajin

Terbit: 22 Maret 2017 | 00:06 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Dari berbagai jenis kain batik yang berasal dari daerah yang berbeda-beda di Indonesia, boleh dibilang batik Madura adalah batik yang mempunyai motif yang lebih beragam dengan warna yang lebih berani. Diperkirakan batik dari Madura sudah ada sejak abad ke-13 dan mulai dikenal luas pada abad ke-17. Berawal dari kejadian perang di daerah Pamekasan, kemudian daerah tersebut pun tumbuh sebagai sentra pembuatan kain batik Madura.

Saat perang berlangsung, Raja Azhar dari Pamekasan mengenakan pakaian batik yang kemudian menjadi pakaian kebesarannya. Motif leres yang berupa garis melintang pada pakaian beliau membuatnya terlihat gagah dan berkharisma. Sejak saat itu, kain batik Madura berkembang mulai dari dipakai oleh pembesar kerajaan sampai masyarakat di daerah Pamekasan.

Sama halnya dengan batik daerah lain yang mempunyai ciri khas-nya masing-masing, batik Madura pun memiliki keunikan tersendiri. Warna-warnanya yang kuat dan berani membuat batik Madura menjadi batik favorit bagi pencinta kain batik. Merah, kuning, dan hijau muda, itulah warna khas batik Pulau Madura. Bahkan untuk menciptakan warna tersebut, para pengrajin menggunakan bahan pewarna alami dimana proses perendaman kainnya memakan waktu hingga 3 bulan dan 1 tahun.

Berbicara tentang motif, batik Madura memiliki motif yang lebih bebas dan beragam. Ini karena pembuatan gambarnya didasarkan oleh naluri dan pikiran si pengrajin. Motif yang biasa dijumpai antara lain tumbuhan, binatang, Sekarjagat, Keong Mas, matahari, daun memba, gorek basi, dan kombinasi bentuk-bentuk lain sesuai dengan kreativitas pembatiknya. Namun, motif yang sudah dipatenkan antara lain karaben sapeh, sakereh, kempeng salederih, padih kepa, dan manik-manik.

Semakin berkembangnya batik dari suatu daerah, maka makin kaya khasanah warisan negeri ini. Pada satu daerah saja ada banyak ragam motifnya, sedangkan Indonesia memiliki beberapa daerah penghasil batik. Bisa dibayangkan betapa kayanya bangsa ini hanya dari motif batik saja. Itulah sebabnya, batik harus terus kita lestarikan. Proud of Indonesia!

[Fimela]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *