Banyak Desa Belum Punya BUMDes, GPMD Desak DPMD Turun Tangan

Terbit: 24 Maret 2022 | 07:34 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Siapa sangka jika sampai saat ini Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Sumenep ternyata belum seluruhnya menjadi perhatian serius oleh pemerintahan desa.

Berdasarkan keterangan dari salah satu pejabat terkait di Sumenep, ada puluhan desa yang belum terbentuk BUMDesnya.
Hal itu patut disayangkan, mengingat adanya BUMDes/BUM Desa sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.

“Kami menemukan adanya puluhan desa yang diduga belum terbentuk BUMDes. Padahal sudah kalau merujuk Paraturan Pemerintah RI Nomor 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pasal 1 angka 7 dimaksudkan untuk sebesar-besarnya kesejateraan masyarakat desa,” ujar Fathol Bari, Ketua Gerakan Pemberdaya Masyarakat Desa (GPMD), Kamis 24 Maret 2022.

Dengan adanya desa yang belum memiliki BUMDes diharapkan menjadi perhatian serius dari dinas terkait agar memberikan sosiliasi ataupun pemahaman kepada pihak desa yang belum punya badan usaha tersebut.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang -Kabid Pemberdayaan Usaha dan Kerjasama Desa, Dinas PMD Kabupaten Sumenep membenarkan jika ada puluhan desa yang belum terbentuk BUMDes.

“Kalau tidak keliru itu 309. Jadi dari 330 desa pokoknya kurang sekitar 26 desa,” terang Fadholi, S.T., M.T, Kabid Pemberdayaan Usaha dan Kerjasama Desa, Dinas PMD Sumenep kepada Tim Jurnalis Trotoar.

Kendati demikian, Fadholi mengklaim pembentukan BUMDes di seluruh Kabupaten Sumenep sudah mencapai 89 persen.

“Dan itu ada klasifikasi sesuai dengan DDC atau Data Desa Center. Itu sudah ada. Sudah diterbitkan mengenai BUMDes aktif dan tidak aktif, kemudian juga sehat,” tandasnya.

Fadholi juga menyinggung adanya penilaian tentang adanya BUMDes yang sehat maupun yang tidak sehat.
“ Jadi tidak semuanya BUMDes di Kabupaten Sumenep itu adalah sehat,”imbuhnya memberikan penilaian.

Anehnya, Fudholi terkesan ragu-ragu dalam memberikan keterangan kepada Jurnalis Trotora, bahkan terkesan sangat hati-hati. Itu terlihat ketika dirinya memberikan keterangan selalu diikuti dengan kalimat “Kalau Tidak Salah”.
“Kembali lagi nanti, kita akan coba buka kembali (datanya,Red). Karena data-data itu khawatir nanti salah itu kan terhadap data tersebut. Demikian juga dengan jumlah,”pungkasnya. [roq/tro]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *