Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan Hadiri Deklarasi ODF

0
73

Sumenep (Maduraexpose.com) – Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan Koptu Siswanto menghadiri acara Deklarasi Desa Open Defecation Free (ODF) dalam upaya mencapai sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat, yang dilaksanakan di Kantor Pendopo Kecamatan Pasongsongan, Rabu (30/12/2020).

Deklarasi ODF merupakan pernyataan Desa, yang mana desa tersebut telah bebas dari Perilaku Buang Air Besar di Sembarang Tempat, setelah memenuhi proses verifikasi yang telah diadakan sebelumnya.

Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Verifikasi ODF adalah proses memastikan status ODF suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Tampak hadir dalam kegiatan Camat Pasongsongan Bapak Farid Widji, Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan Koptu Siswanto, Bhabinkantibmas Pasongsongan Aiptu Sugeng, Kepala Puskesmas Pasongsongan Drg. Yenni M.Kes dan Kepala desa se Kecamatan Pasongsongan.

Dalam sambutannya, Camat Pasongsongan Bapak Farid Widji mengatakan “Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan sejalan dengan Visi sanitasi Kecamatan Pasongsongan yaitu terwujudnya kondisi sanitasi dasar yang aman dan layak serta berkelanjutan bagi seluruh warga Kecamatan Pasongsongan”, ujarnya.

Lanjut Bapak Farid Widji mengatakan “kami banyak mengucapkan terima kasih kepada Kepala Puskesmas Pasongsongan, Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan, Polsek Pasongsongan dan Kepala Desa se Kecamatan Pasongsongan, karena turut hadir dalam acara ini serta memiliki komitmen untuk membantu masyarakat Pasongsongan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan lingkungan.

Dalam kesempatan lain Kepala Puskesmas Pasongsongan memberi sambutan “Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah lingkungan dan perilaku, perubahan perilaku sehat ini sangatlah sulit apabila masyarakat tidak mempunyai keinginan untuk merubahnya. Perubahan ini dimulai dari diri sendiri dan dimulai sejak dini, sehingga menjadi terbiasa untuk melakukan kegiatan yang lebih besar dalam rangka menuju pola hidup sehat” tutur Drg. Yenni M.Kes

Babinsa Koptu Siswanto mengatakan “kami selaku aparat Kewilayahan mengharapkan momentum ini sebagai awal dari pelaksanaan kegiatan penerapan sanitasi total berbasis masyarakat, untuk menjadi contoh bagi Kecamatan lain di Kabupaten Sumenep, pada kesempatan ini saya sampaikan penghargaan yang setingi-tingginya kepada kepala desa dan aparatur desa dan masyarakat yang dengan segala jerih payahnya berhasil melaksanakan upaya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sebagai desa yang sadar Jamban” tegasnya.

HotNews:  Pertahankan Zona Hijau, Babinsa Koramil Manding Himbau Prokes di Tempat Wisata

“Jika tercipta lingkungan yang sehat maka akan tercipta kehidupan yang sehat, jika tercipta kehidupan yang sehat maka tercipta badan yang kuat, dan di dalam badan yang kuat akan tercipta pemikiran yang sehat juga.” tutup Babinsa Koptu Siswanto. (ima)