Babinsa Ambunten Barat Koramil 0827/10 Ambunten Bantu Petani

Terbit: 10 Juli 2017 | 16:09 WIB

SUMENEP- Proses pengeringan padi merupakan cara untuk menurunkan Kadar Air Gabah dari Gabah Kering Panen menjadi Gabah Kering Giling. Setelah panen, gabah harus segera dikeringkan karena kadar air gabah setelah panen masih cukup tinggi sebab gabah yang disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu akan rusak, bahkan jika terlambat mengerikan maka akan menurunkan bahkan merusak mutu dan hasil panen, seperti butir kuning, biji rusak, dan rendemen giling yang rendah.

Seperti halnya kegiatan yang dilakukan oleh Babinsa Ambunten Barat Koramil 0827/10 Ambunten, Kodim 0827 Sumenep Serda Bangun Tri melaksanakan Komunikasi Sosial membantu Bapak Miskan petani di Rt 02/Rw 02 Desa Ambunten Barat, Kec. Ambunten Kab. Sumenep yang sedang menjemur padi hasil panen, Senin (10/7/2017 )

Ikut melakukan menjemur hasil panen merupakan wujud Pendampingan pertanian yang dilakukan oleh Babinsa ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dan mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional. ujar Bangun.

Gabah dengan kadar air yang masih cukup tinggi tidak dapat langsung digiling karena kulitnya masih cukup basah sehingga sukar pecah dan terkupas. Gabah perlu dikeringkan hingga kadar airnya sesuai untuk di selep menjadi beras dan apabila‎ gabah tidak segera dikeringkan akan terjadi kerusakan pada butir beras yang akan dihasilkan, ditandai dengan warna beras yang tidak bisa putih. Gabah dengan kadar airnya lebih dari 15% tidak mempunyai ketahanan simpan,” tambahnya.‎

Kendala yang dihadapi oleh petani dalam menjual gabah hasil panenannya ke Bulog, adalah karena faktor ” kadar air dan kebersihan gabah “Untuk menyelesaikan masalah itu dibutuhkan tempat penjemuran yang baik dan cukup untuk meningkatkan kualitas padi,” pungkas Bangun.‎

Danramil 0827/10 Ambunten Kapten Inf Achmad Abidin mengatakan, dengan pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa dalam penjemuran Gabah agar Gabah hasil panen dari sawah tidak lembab dan membusuk serta menurunnya mutu padi, sehingga para petani betul-betul merasakan hasil panennya dengan baik.

Dengan hadirnya Babinsa di tengah tengah masyarakat, di harapkan mereka dapat bersinergi bersama kelompok tani maupun petani, dengan hasil panen yang baik dan serapan gabah petani yang di lakukan oleh Bulog secara langsung akan mendukung program pemerintah dalam swasembada pangan.

[pur/fer]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *