Anugerah GTK Kemenag Sumenep, Menguji Inovasi di Madrasah

Terbit: 8 Januari 2026 | 06:13 WIB

SUMENEP — Di dalam salah satu ruang di Gedung Workshop MAN Sumenep, Rabu, 7 Januari 2026, suasana riuh oleh gagasan. Sejumlah guru tampak sibuk mempresentasikan alat peraga unik, sementara sebagian lainnya mempertahankan argumen dalam naskah artikel yang mereka tulis. Mereka adalah para pendidik yang sedang bertarung dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2026.

Perhelatan yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar seremoni untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag RI. Lebih dari itu, ajang ini menjadi panggung ujian bagi sejauh mana inovasi pendidikan telah meresap ke dalam nadi madrasah di ujung timur Pulau Madura tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, saat membuka acara, menegaskan bahwa profesionalisme guru saat ini tidak lagi bisa diukur hanya dari jam mengajar di kelas. “Anugerah GTK ini adalah bentuk penghargaan sekaligus motivasi. Kami ingin para pendidik terus berkreasi dan berinovasi,” kata Wasid. Menurut dia, semangat ini sejalan dengan visi besar mencetak generasi unggul yang berakhlak di tengah tantangan zaman.

Pertarungan Media Pembelajaran dan Gagasan

Kompetisi tahun ini mengerucut pada dua kategori utama yang menjadi indikator kecakapan guru masa kini: inovasi media pembelajaran dan penulisan artikel populer kependidikan.

Pada kategori inovasi media pembelajaran, dewan juri menyaring lima nominator terbaik dari setiap jenjang, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Inovasi yang ditampilkan beragam, mulai dari pemanfaatan teknologi digital hingga alat peraga berbasis kearifan lokal yang telah diuji coba di ruang-ruang kelas.

Sementara itu, di kategori artikel populer, sepuluh nominator terpilih harus berjibaku memaparkan gagasan mereka. Tulisan-tulisan ini bukan sekadar teks akademis yang kering, melainkan catatan praktik baik (best practice) yang membedah persoalan nyata di lapangan kependidikan madrasah.

Wadah Berbagi Inspirasi

Bagi Wasid, output dari kegiatan ini bukan sekadar deretan nama pemenang. Ia berharap ajang ini menjadi laboratorium inspirasi. Inovasi yang lahir dari para nominator diharapkan dapat diduplikasi oleh guru-guru lain di lingkungan Kemenag Sumenep.

“Kegiatan ini harus menjadi wadah berbagi. Kami ingin lahir inovasi-inovasi baru yang memperkuat komitmen kami dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia, Anugerah GTK Sumenep ini seolah menjadi pengingat: bahwa di balik kokohnya bangunan madrasah, ada peran guru-guru kreatif yang tak lelah mencari cara baru agar ilmu lebih mudah dicerna oleh para siswanya.


Editor: Redaksi Maduraexpose.com Reporter: Tim Biro Sumenep

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *