Waspada! BPBD Petakan 3 Titik Paling Rawan Longsor di Sumenep

Terbit: 8 Januari 2026 | 03:34 WIB

SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Baru-baru ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi kini masuk dalam zona merah ancaman tanah longsor.

Dari sekian banyak titik pantau, BPBD memberikan perhatian khusus pada tiga wilayah desa yang dinilai memiliki risiko paling tinggi akibat kontur tanah dan histori pergerakan tanah yang masif.

3 Desa Utama Zona Merah Longsor Sumenep:

  1. Desa Batu Ampar (Kecamatan Guluk-Guluk): Wilayah ini menjadi langganan longsor yang kerap memutus total akses jalan penghubung antar desa. Kontur perbukitan yang curam membuat material tanah mudah bergeser saat diguyur hujan deras, sehingga membahayakan pengguna jalan dan pemukiman di bawah tebing.

  2. Desa Tanamerah (Kecamatan Nonggunong): Terletak di Pulau Sapudi, Desa Tanamerah masuk dalam daftar prioritas kerawanan. Lokasinya yang berada di perbukitan pulau membuat mitigasi di wilayah ini menjadi sangat krusial guna menghindari isolasi wilayah jika terjadi bencana.

  3. Kawasan Batuputih (Desa Batuputih Laok & Gedang-Gedang): Wilayah utara Sumenep ini memiliki karakteristik tanah berbukit yang rawan pergerakan. Beberapa titik di desa ini telah diidentifikasi memiliki struktur lahan yang labil, terutama saat curah hujan berada di atas normal.

Imbauan Waspada Longsor Susulan

Selain tiga titik utama tersebut, wilayah di Kecamatan Pragaan juga terus dipantau secara intensif. Pihak berwenang mengimbau warga yang bermukim di lereng tebing untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda alam.

“Kami meminta masyarakat di wilayah perbukitan segera mengungsi jika melihat retakan tanah atau mendengar suara gemuruh saat hujan deras. Waspada longsor susulan sangat penting demi keselamatan jiwa,” tulis BPBD dalam pernyataan resminya.

Pemerintah daerah berharap koordinasi antar aparat desa dapat diperkuat untuk memastikan informasi peringatan dini sampai kepada masyarakat di pelosok perbukitan secara cepat dan akurat.


Editor: Redaksi Maduraexpose.com Sumber: Data Pemetaan BPBD Sumenep 2026

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *