MADURAEXPOSE.COM– Kelangkaan elpiji yang dirasakan warga masyarakat lebih disebabkan permintaannya yang naik, selama ini semua warga menggunakannya tanpa memandang latar belakang profesi baik berhak mendapatkan subsidi ataupun tidak. Semua menggunakan tabung Gas Elpiji ukuran 3 Kg tersebut.

Bahkan dari pihak Pertamina juga menemukan yang mana elpiji 3 kg dipergunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry , genset, dan rumah tangga yang notabennya mampu, Rabu, (3/1/2018).

Menyikapi hal tersebut dalam rangka mendukung ketersediaan khususnya gas elpiji ukuran 3 Kg, anggota Koramil 0827/16 Gapura Kopda Lukmanul Hakim sidak atau mengecek Gas Elpiji kebeberapa toko dan kios diwilayah binaan. Hal tersebut ditengarai adanya rencana bahwa gas yang dengan lebel bersubsidi tersebut akan dibatasi dan diganti dengan yang berukuran 5,5 Kg, serta tetap beredar akan tetapi dengan distribusi yang berpihak kepada warga yang berhak menerima subsidi.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Ani salah seorang penjual Elpiji mengaku untuk mendapatkan pasokan Gas Elpiji ukuran 3 Kg, akhir-akhir ini di Kecamatan Gapura sangat sulit baik di Distributor maupun di agen-agen yang tersebar di desa-desa se-Kabupaten Sumenep.
“katanya”.

“Waktu itu sempet terjadi kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji sampai-sampai harganya membubung tinggi hingga 23 ribu rupiah pertabung, jangan sampai hal serupa terulang kembali,” Ungkap Ani.

Dengan menyikapi penyampaian Ani tersebut Babinsa akan segera menyampikan ke Danramil 16/Gapura Kapten Inf. Prajoko dengan harapan bisa bekerjasama dengan Pemkab, Disperindag begitu juga pihak Pertamina untuk selalu memantau supaya tidak sampai ada kelangkaan dalam menyuplai pasokan gas elpiji, dengan harapan kebutuhan warga masyarakat akan gas elpiji dapat terpenuhi dan tidak menjadi resah,”pungkas Kopda Lukman.

(sur/fer)