Ambruknya Jembatan Di Pekamban Daya Perlu Ditelusuri

Terbit: 15 Maret 2018 | 15:28 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Meski kemarin ada rencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupayen Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk mengganti jembatan ambruk  di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, dengan bambu, namun hal itu bukan berarti akan mengeyampingkan pihak terkait,untuk menelusuri apakah pembanguman proyek jembatan itu sudah sesuai dengan spek atau tidak.

“Begitu juga sumber anggaran yang digunakan harus ditelusuri dan tahun berapa jembatan yang ambruk itu dibangun,” ungkap Sarkawi, Ketua Gasto Sumenep, Madura, jawa Timur, Kamis, 15 Maret 2018.

Sebelumnya, pihak BPBD Sumenep mengantisipasi lumpuhnya transportasi, pasca ambruknya jembatan itu, akan memasang jembatan alternatif.

“Untuk sementara kami buat jembatan bambu sebagai jembatan alternatif,” kata Kepala BPBD Sumenep, R Abd Rahman Riadi.

Menurutnya, setelah dilakukan survei ambruknya jembatan tersebut murni karena tidak kuat diterjang banjir. Sehingga murni karena bencana alam.

Apalagi jembatan tersebut merupakan akses utama dari Desa Jaddung menuju Desa Sentol Laok harus mencari jalan lain apabila hendak menuju jalan nasional. Selain itu, juga sebagai akses utama bagi siswa setiap hari. 

“Saat ini bahannya sudah kami datangkan ke lokasi,” jelasnya.

Jembatan dengan panjang sekitar 12 meter dengan kedalaman 8 meter ke dasar sungai sudah lama dibangun.

Sementara untuk perbaikan jembatan sepanjang 12 meter dengan kedalaman 8 meter ke dasar sungai itu sambung Rahman, masih menunggu Bupati. 

Saat ini Busyro Karim sedang dalam pembahasan rencana pembangunan daerah dan akan melakukan kunjungan ke Pagerungan.

“Nanti kalau Bupati sudah datang dari Pagerungan, kami akan konsultasi untuk permohonan belanja tak terduga. Karena sifatnya itu kan darurat, jadi untuk sementara memakai itu,” tukasnya.

Sebelumnya, jembatan di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan itu ambruk pada Selasa, 13 Maret 2018 sekira pukul 18.30 Wib. Jembatan tersebut ambruk diduga karena tidak kuat menahan derasnya arus sungai. 

(sam/pol/mem)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *