Al-Mizan, Ponpes yang Jadi Tempat Wisata Religi Internasional

Terbit: 8 April 2017 | 08:27 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi wisata religi yang besar. Masjid-masjid unik, makam Walisongo, hingga museum-museum seni Islam banyak difavoritkan wisatawan lokal dan mancanegara.

Dan kini, bertambah lagi satu destinasi wisata religi di Indonesia. Adalah Pondok Pesantren Al-Mizan yang terletak di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Kementerian Pariwisata RI tengah gencar mempromosikan pesantren ini sebagai tujuan wisata religi bertaraf internasional.

Meski sebuah pesantren, konsep wisata religi yang ditawarkan Al-Mizan bukan diperuntukkan bagi turis muslim saja, melainkan turis dari seluruh agama dan kepercayaan. Sehingga mereka dapat saling berbaur dan rukun satu sama lain.

Menurut Pimpinan Pesantren Al-Mizan, Maman Imanulhaq Faqih, religi itu berbeda dengan agama secara institusional. Tempat ini memperlihatkan religi dari sisi lain.

” Kami beberapa bulan lalu menerima turis-turis dari Rusia, mereka ingin mencari tahu Islam itu seperti apa, kami selalu memberi pandangan tentang Islam yang jauh dari teroris. Kami mendukung pluralisme, kami pernah mengumpulkan penganut 120 kepercayaan yang ada di seluruh Indonesia untuk berkumpul di sini, melakukan doa bersama,” kata Maman Imanulhaq Faqih di Majalengka, dikutip dari situs Indonesia.travel.

Lanjutnya, wisatawan yang datang biasanya akan disambut dengan tari-tarian yang dipersembahkan oleh para santri. Kemudian mereka juga diajak ke tempat pelatihan membuat anyaman yang terbuat dari bambu, mengunjungi destinasi wisata religi lainnya yang terdapat di Cirebon dan Majalengka, serta diajak melihat pembuatan batik.

KH.Maman Imanulhaq Faqih,Pimpinan Ponpes Al-Mizan bersama Gusdur

Pesantren Al-Mizan memang tidak memiliki homestay, namun terdapat rumah-rumah kyai di sekitarnya yang nyaman dan siap menjadi tempat singgah serta menginap bagi para wisatawan.

” Bahkan pernah ada wisatawan asal Amerika yang memilih tinggal di asrama bersama-sama santri kami,” jelasnya.

Di halaman pondok pesantren juga terdapat rumah makan yang khas akan menu sop kikil. Maman juga menceritakan bahwa sudah banyak tokoh ternama yang mencicipi kuliner tersebut, di antaranya Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Duta Besar Amerika. Uniknya, menu sop kikil tersebut dibuat juga oleh para santri.

[deam/net]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *