Aksi Heroik Kadis PU Pengairan Sumenep Terjang Banjir

Terbit: 28 Mei 2016 | 03:48 WIB

MADURA EXPOSE–Panorama rembang senja hari yang kelabu, kabut hitam masih bergelayut di cakrawala, hujan deras terus saja mengguyur bumi Sumenep tercinta. Sementara gelombang air yang tercipta dari ruas selokan dan comberan diseluruh kawasan kota, telah mencipta banjir badang yang mengerikan. Do’a-do’a keselamatan, mengembang tipis dari bibir seorang nenek tua renta, demi melihat halaman rumahnya sudah mirip seperti kolam ikan berwarna keruh.

Sementara jauh mata memandang kearah barat hingga rumah Dinas Bupati Sumenep, jalanan sudah berubah menjadi lautan. Sampah-sampah dan kendaraan berbagai macam jenis terseok-seok dengan kecepatan dibawah rata-rata 60 KM/jam.

Sebuah arloji keren ditangan Akh. Raisul Kawim, Kabag Humas DPRD Sumenep yang kebetulan sepayung bersama peulis, mengintip banjir, ditengah guyur hujan deras, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Tiba-tiba dari arah barat, sebuah mobil mobil pribadi jenis Merc Benc warna abu-abu MD Metalik dengan Nomor Polisi L333 AG menerjang banjir. Setelah diamati lebih dekat, ternyata pengemudinya adalah Eri Susanto, Kepala Dinas PU Pengairan Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Eri sengaja menerobos pecahan banjir itu untuk melihat langsung disetiap titik, apa sebenarnya yang menyebabkan banjir. Semuanya diteliti dengan seksama, mulai dari gorong-gorong, drainase, sampah kota hingga salura air yang bisa jadi terlalu sempit.

Semangat dan totalitas, berikut aksi heroik yang tanpa sengaja terekam kamera Madura Expose pada Jum’at (27/05/2016) sore itu, menguatkan keyakinan kita terkait obsesi Eri Susanto dalam upaya melakukan perbaikan irigasi, pengendalian banjir dan tangkis laut di tiga lokasi, yakni Arjasa, Kangean dan Sapudi. Untuk wilayah daratan ada 10 lokasi daerah irigasi. Khusus tangkis laut diarahkan ke kawasan pesisir Pantai Slopeng.

Selain itu, Eri juga mempersiapkan program pengendalian banjir semacam normalisasi berupa pengerjaan embung lanjutan di Desa Poja, Kecamatan Gapura dan satunya lagi di daerah Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Semua program yang sudah dirancang Eri Susanto itu diperkirakan menguras anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu setidaknya diangka Rp29 Miliar. Dan selebihnya berasal dari dana APBN dan APBD 2016. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *