Aksi Damai Mahasiswa Ngawi: Mendorong Pengesahan RUU Perampasan Aset demi Perbaikan Bangsa

Terbit: 2 September 2025 | 23:00 WIB

NGAWI — Tiga aliansi mahasiswa di Kabupaten Ngawi, yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ngawi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ngawi, dan Kamisan Ngawi, menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Ngawi pada Senin (1/9). Aksi ini merupakan bentuk desakan serius kepada DPR RI dan pemerintah pusat agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Massa aksi, yang membawa berbagai spanduk dan poster, secara bergantian menyampaikan orasi yang menyerukan pengesahan RUU tersebut sebagai komitmen nyata dalam memberantas korupsi. Meskipun awalnya direncanakan diikuti oleh enam aliansi, tiga aliansi lainnya mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.

 

Suara Mahasiswa dan Tuntutan Lima Poin

 

Ketua PMII Ngawi, Abdul Latif, menegaskan bahwa situasi nasional yang rumit menuntut langkah cepat dari semua pihak untuk menjaga keutuhan bangsa. Ia berharap DPRD Ngawi dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi kritis ini kepada pemerintah pusat.

Dalam aksi damai tersebut, mahasiswa mengajukan lima tuntutan utama yang mencakup berbagai isu strategis:

  1. Tanggung Jawab Pemerintah: Mereka menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah tegas, solid, dan bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang melanda bangsa.
  2. Perhatian Korban: Mahasiswa mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian, baik materiil maupun non-materiil, kepada para korban dari situasi yang tidak kondusif.
  3. Pengesahan RUU Perampasan Aset: Tuntutan ini menjadi fokus utama aksi, dengan harapan RUU tersebut dapat segera disahkan sebagai instrumen vital dalam pemberantasan korupsi.
  4. Menolak Provokasi: Mereka mengecam segala bentuk provokasi, adu domba, anarkisme, dan kekerasan yang dapat memecah belah bangsa.
  5. Perlindungan Hak Warga: Mahasiswa meminta lembaga-lembaga negara independen untuk aktif melindungi hak konstitusional warga negara.

 

Respons DPRD dan Komitmen Menyalurkan Aspirasi

 

Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, menyambut langsung perwakilan mahasiswa. Ia mengapresiasi para pengunjuk rasa sebagai “wakil masyarakat yang peka terhadap dinamika politik dan sosial.”

Yuwono menambahkan, aspirasi yang disampaikan melalui aksi damai ini akan disalurkan melalui fraksi-fraksi di DPRD. “Melalui aksi damai ini, kami telah siapkan kanal penyalurannya melalui fraksi-fraksi yang merupakan kepanjangan tangan partai,” ujarnya.

Aksi ini menunjukkan betapa seriusnya generasi muda Ngawi dalam mengawal isu-isu nasional, terutama pemberantasan korupsi dan menjaga stabilitas negara. Pemilihan DPRD Kabupaten Ngawi sebagai lokasi aksi menunjukkan keyakinan mereka terhadap peran strategis legislatif daerah sebagai pemangku kepentingan utama di tingkat lokal.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *