Polsek Guluk-Guluk Bersama TNI dan Masyarakat Tangani Tanah Longsor Desa Payudan Daleman

Terbit: 17 Desember 2025 | 15:04 WIB

Sumenep – Polsek Guluk-Guluk Polres Sumenep bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Artakoh, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 16 Desember 2025 sekitar pukul 02.00 WIB, akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Tanah longsor tersebut menutup akses jalan kampung yang menghubungkan Desa Payudan Daleman dengan Desa Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk. Akibatnya, jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, anggota Polsek Guluk-Guluk bersama anggota Koramil Guluk-Guluk, Forkopimka Kecamatan, serta masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti membersihkan material tanah yang menutup badan jalan. Kegiatan gotong royong dilakukan dengan peralatan seadanya guna membuka kembali akses jalan yang terdampak longsor.

Hasil dari kerja bakti tersebut, akses jalan yang semula tertutup kini sudah dapat dilalui secara terbatas oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun demikian, untuk kendaraan roda empat masih belum dapat melintas karena volume tanah longsoran cukup besar dan memerlukan penanganan menggunakan alat berat.

Sehubungan dengan keterbatasan peralatan di lapangan, Polsek Guluk-Guluk memohon dukungan dan koordinasi pimpinan Polres Sumenep untuk menjembatani komunikasi dengan BPBD Kabupaten Sumenep agar dapat menurunkan alat berat berupa ekskavator, sehingga akses jalan dapat kembali berfungsi normal dan dilalui kendaraan roda empat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Guluk-Guluk AKP Akhmad Gandi, S.H., juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga Dusun Artakoh agar meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem dan wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan yang rawan longsor. Warga diminta memperhatikan tanda-tanda awal longsor, menghindari aktivitas di lereng atau tebing saat dan setelah hujan, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila situasi membahayakan.

Akp Akhmad Gandi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan di sekitar lereng, serta segera melaporkan kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, atau Polsek terdekat apabila terjadi pergerakan tanah atau kondisi mencurigakan. (hms/fer)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *