Maduraexpose.com- Achsanul Qasasi (AQ), Anggota VII BPK RI menjadi curiga dengan hasil audit, dimana terdapat 45 anak usaha badan usaha milik negara (BUMN), termasuk adanya 1294 rekomendasi dan 801 temuan yang sangat berpotensi merugikan keuangan negara.

Pernyata AQ itu disampaikan dalam jumpa pers baru-baru ini di Jakarta. Pihaknya mengaku berkewajiban untuk segera menuntaskan hasil temuan BPK tersebut dengan melaksanakan rekomendasi .
“Rekomendasi BPK bersama Kemetrian BUMN kita tindak lanjuti guna menuntaskan permasalahan yang sempat pending sejak beberapa tahun terakhir”, ujarnya keapda awak media.

Mantan Anggota DPR RI Partai Demokrat asal Sumenep, Madura, Jawa Timur ini menambahkan, dirinya mensinyalir adanya transaksi tertenu yang dilakukan dengan memanfaatkan anak usaha BUMN bukanlah tanpa alasan dan akan terus dilakukan tindak lanjut.

Adanya potensi kerugian yang merajalela itu, lanjut AQ, terdapat benang merah dengan fungsi pengawasan di DPR yang dinilai masih lemah.

“Ada sekitar 600 anak usaha BUMN yang seharusnya mendapat pengawasan optimal dai kalangan DPR”, tandasnya.

Achsanul juga mengancam akan membeberkan hasil temuan tersebut kepada DPR RI dan Aparat penegak hukum.

Adapun anak usaha yang dicurigai paling berpotensi merugikan keuangan negara itu, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR ini, yakni PGN, PLN, Pertamina dan sederet perusahaan milik pemerintah lainnya yang bergerak di bidang jasa keuangan.

(bbs/fer)