
SUMENEP – Kilas balik ke belakang, skandal yang mengguncang Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar ternyata bukanlah hal baru. Jauh sebelum terpaan kabar kerugian dan penutupan cabang Jember, BPRS Sumenep sudah dililit perkara hukum.
Sebuah artikel lama mengungkap bahwa pada tahun 2008, dugaan penyimpangan di tubuh bank ini bahkan sempat disidangkan, menyeret tiga nama penting: Kepala BPKKD, Komisaris BPRS, dan Direktur BPRS.
Meskipun majelis hakim di Pengadilan Negeri Sumenep saat itu memutuskan untuk membebaskan ketiga terdakwa, Jaksa Agung Muda Khusus (Jampidsus) Marwan Effendi secara tegas menyatakan bahwa perkara ini adalah pidana, bukan perdata.
Pernyataan ini menjadi bukti nyata bahwa masalah di BPRS bukan sekadar urusan bisnis biasa, melainkan menyentuh ranah hukum yang lebih serius.
“Saya rasa perkara itu sudah masuk ranah hukum, jadi patut untuk terus dilanjutkan, apalagi memang masuk pidana bukan perdata,” ujar Marwan. JPU bahkan berjanji akan memperbaiki dakwaannya untuk melanjutkan perjuangan mengusut tuntas kasus ini.
Sengkarut yang Terus Berulang
Kisah lama ini menjadi ironi ketika dikaitkan dengan kondisi BPRS Bhakti Sumekar saat ini. Kabar kerugian yang berujung pada penutupan kantor cabang Jember dan tingginya angka kredit macet nasabah seakan menegaskan satu hal: masalah di tubuh BPRS Sumenep tidak pernah benar-benar tuntas.
Sengkarut yang terjadi di masa lalu terulang kembali dalam bentuk yang berbeda, namun dengan akar permasalahan yang sama: lemahnya tata kelola dan pengawasan internal.
Banyak masalah yang dihadapi oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPRS di Indonesia memiliki pola serupa. Berdasarkan berbagai sumber dan berita, problem yang sering muncul adalah:
- Penyaluran Kredit Macet: Seperti yang terjadi di BPRS Sumenep, banyak BPR/BPRS yang kesulitan mengelola risiko kredit. Pinjaman disalurkan tanpa analisis mendalam, bahkan tak jarang terjadi praktik kredit fiktif yang melibatkan oknum internal dan eksternal.
- Tata Kelola yang Buruk: Struktur manajemen yang tidak profesional dan lemahnya sistem pengawasan internal membuat celah bagi penyalahgunaan wewenang. Hal ini berujung pada penyimpangan dana dan kerugian finansial.
- Intervensi Pihak Luar: Beberapa kasus menunjukkan adanya campur tangan pihak luar, baik dari politisi atau pengusaha, yang mendikte kebijakan kredit untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
- Perlindungan Nasabah yang Rentan: Ketika bank mengalami masalah, nasabah kecil, terutama para penabung, menjadi pihak yang paling dirugikan.
Panggilan untuk Bertanggung Jawab
Masa lalu BPRS Sumenep yang penuh sengkarut menjadi cermin bagi kondisi saat ini. Penegasan Jampidsus Marwan Effendi puluhan tahun lalu bahwa perkara BPRS layak dikupas tuntas, kini kembali relevan.
Pihak-pihak terkait, mulai dari manajemen, pemerintah daerah, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), harus bertindak tegas.
Kerugian yang dialami BPRS Bhakti Sumekar bukanlah sekadar angka di laporan keuangan. Itu adalah uang rakyat, yang seharusnya dikelola untuk kesejahteraan mereka.
Mengingat rekam jejak BPRS yang bermasalah, sudah saatnya dilakukan audit forensik secara menyeluruh, tidak hanya untuk mengungkap penyebab kerugian saat ini, tetapi juga untuk membersihkan jejak-jejak hitam yang mungkin masih tersembunyi.
Akankah kasus kali ini kembali berakhir dengan jalan buntu, atau akankah hukum benar-benar ditegakkan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat? Masa depan BPRS Sumenep tergantung pada keberanian semua pihak untuk membongkar tuntas masalah yang sudah mengakar sejak lama.[kab/gim]

![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)