
MaduraExpose.com- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya bersikap fleksibel dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2015 mengikuti tradisi demokrasi setempat yang beberapa diantaranya adalah dari Koalisi Merah Putih (KMP).
“Dalam konteks ini ada tradisi demokrasi yang sudah hidup di daerah setempat, dan kita sudah bekerja sama, misalnya dengan Golkar di Ngawi, lalu dengan PPP di Tasikmalaya. Itu tradisi yang sudah hidup tidak bisa kita putus,” katanya saat dihubungi ANTARA News, Sabtu.
Hasto mengemukakan, pihaknya menyadari tidak bisa memenangkan ajang pilkada di 269 kabupaten/kota yang akan mengikuti pesta rakyat tingkat daerah itu sendirian, sehingga membutuhkan kerja sama politik baik dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun KMP.
Tentu saja, ia menyatakan, posisi PDIP sebagai parpol penguasa pemerintahan akan dilihat sebagai keuntungan oleh banyak pihak yang berkoalisi.
Meski dengan status politik yang demikian, Hasto menegaskan pihaknya tidak akan meninggalkan cara-cara yang dibangun PDIP dalam membangun tradisi politik yang baik.
“Posisi politik ini justru kami gunakan untuk memperkuat pemerintahan Jokowi-JK, karena kami tahu makna strategis dari kemenangan pilkada ini, karena itu mungkin ada peningkatan target,” ujarnya.
Namun, Hasto enggan menyebutkan berapa target dari PDIP, dan tidak ingin muluk-muluk, karena hanya ingin menyiapkan pilkada sebaik-baiknya.
“Setiap parpol pasti ada yang gunakan target sebagai penyemangat mereka. Kalau kita realistik saja dan seluruh prosesnya kita siapkan, yang kami inginkan pilkada ini jadi momentum terbaik rakyat untuk menentukan pemimpinnya,” kata Hasto.
PDIP telah melatih tim kampanye di 269 kabupaten/kota, lalu menjaring calon dengan sistem bertingkat termasuk dengan menggunakan ahli kejiwaan untuk proses seleksi.
“Bahkan, kami juga telah menentukan waktu paling lambat dua minggu setelah Lebaran akan ada sekolah calon kepala daerah,” katanya.
Berbagai persiapan tersebut, dikemukakannya, bertujuan agar pelaksanaan kampanye bisa dilaksanakan sebaiknya, serta calon yang diusung merupakan pemimpin yang memahami keinginan dan harapan masyarakat.
“Ini bertujuan agar mereka mampu mengunakan kekuasaan sebagai alat pembebas bagi rakyat untuk menciptakan kesejahteraan, pekerjaan dan menjadikan kekuatan rakyat yang produktif dan berkebudayaan,” katanya.
Hasto pun menegaskan tidak ada mahar dalam proses penjaringan calon kepala daerah di PDIP, dan yang ada hanyalah dana patungan (urunan) dalam rangka gotong royong untuk membiayai proses seleksi.
Ia menyatakan, praktik pemberian mahar di PDIP dalam kaitan pilkada dilarang oleh aturan partai. (seruu)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)