Hasto Kristiyanto: PDIP Fleksibel Dalam Pilkada

Terbit: 8 Juni 2015 | 05:46 WIB

MaduraExpose.com- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya bersikap fleksibel dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2015 mengikuti tradisi demokrasi setempat yang beberapa diantaranya adalah dari Koalisi Merah Putih (KMP).

“Dalam konteks ini ada tradisi demokrasi yang sudah hidup di daerah setempat, dan kita sudah bekerja sama, misalnya dengan Golkar di Ngawi, lalu dengan PPP di Tasikmalaya. Itu tradisi yang sudah hidup tidak bisa kita putus,” katanya saat dihubungi ANTARA News, Sabtu.

Hasto mengemukakan, pihaknya menyadari tidak bisa memenangkan ajang pilkada di 269 kabupaten/kota yang akan mengikuti pesta rakyat tingkat daerah itu sendirian, sehingga membutuhkan kerja sama politik baik dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun KMP.

Tentu saja, ia menyatakan, posisi PDIP sebagai parpol penguasa pemerintahan akan dilihat sebagai keuntungan oleh banyak pihak yang berkoalisi.

Meski dengan status politik yang demikian, Hasto menegaskan pihaknya tidak akan meninggalkan cara-cara yang dibangun PDIP dalam membangun tradisi politik yang baik.

“Posisi politik ini justru kami gunakan untuk memperkuat pemerintahan Jokowi-JK, karena kami tahu makna strategis dari kemenangan pilkada ini, karena itu mungkin ada peningkatan target,” ujarnya.

Namun, Hasto enggan menyebutkan berapa target dari PDIP, dan tidak ingin muluk-muluk, karena hanya ingin menyiapkan pilkada sebaik-baiknya.

“Setiap parpol pasti ada yang gunakan target sebagai penyemangat mereka. Kalau kita realistik saja dan seluruh prosesnya kita siapkan, yang kami inginkan pilkada ini jadi momentum terbaik rakyat untuk menentukan pemimpinnya,” kata Hasto.

PDIP telah melatih tim kampanye di 269 kabupaten/kota, lalu menjaring calon dengan sistem bertingkat termasuk dengan menggunakan ahli kejiwaan untuk proses seleksi.

“Bahkan, kami juga telah menentukan waktu paling lambat dua minggu setelah Lebaran akan ada sekolah calon kepala daerah,” katanya.

Berbagai persiapan tersebut, dikemukakannya, bertujuan agar pelaksanaan kampanye bisa dilaksanakan sebaiknya, serta calon yang diusung merupakan pemimpin yang memahami keinginan dan harapan masyarakat.

“Ini bertujuan agar mereka mampu mengunakan kekuasaan sebagai alat pembebas bagi rakyat untuk menciptakan kesejahteraan, pekerjaan dan menjadikan kekuatan rakyat yang produktif dan berkebudayaan,” katanya.

Hasto pun menegaskan tidak ada mahar dalam proses penjaringan calon kepala daerah di PDIP, dan yang ada hanyalah dana patungan (urunan) dalam rangka gotong royong untuk membiayai proses seleksi.

Ia menyatakan, praktik pemberian mahar di PDIP dalam kaitan pilkada dilarang oleh aturan partai. (seruu)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *