Pendapatan Sektor Pariwisata Sumenep Memalukan, Setahun Hanya 268 Juta

Terbit: 8 Juni 2015 | 05:01 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Meski Kabupaten Sumenep dikenal memiliki aset pariwisata yang sangat banyak, namun sejauh ini masih belum bisa mengelola dengan maksimal hingga berpengaruh pada minimnya pendapatan tiap tahunnya yang hanya berkisar Rp 268 Juta.

Kecilnya pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata ini patut disayangkan semua pihak, apalagi sejauh ini, pemerintah daerah lebih banyak terkonsentrasi dengan beberapa aset saja yakni objek wisata Pantai Slopeng, Pantai Lombang dan Museum Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sedangkan objek wisata religi seperti Asta Tinggi dan wisata bahari dikelola perorangan atau non pemerintah daerah yang tidak menyetor APBD terhadap pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Untuk pengembangan wisata di Sumenep terekendala infrastruktur dan transportasi menuju kepulauan”, demikian alibi Sufianto, Kepala Disbudparpora Sumenep, saat berbincang dengan MaduraExpose.com, beberapa hari lalu.

Akibat miskinnya transportasi laut akses kepulauan Sumenep itu, lanjut Sofi, banyak objek wisata kepulauan seperti yang terdapat di Pulau Gililabak, Pulau Pasir di Sapeken dan Wisata Kesehatan di Pulau Giliyang dibiarkan terlantar.

Sementara Zainuri, pemerhati aset kebudayaan dari Sumekar Network menuding, kecilnya pendapatan sektor Pariwisata di Sumenep, menunjukkan lemahnya SDM dibirokrasi yang selama hampir 5 tahun dipimpin oleh Abussidik.

“Saya pikir Disbudparpora sangat lamban memajukan sektor pariwisata kita. Kalau dinas bilang kendalanya karena transportasi kepulauan, itu sama halnya mencari kambing hitam”, kritik Zainuri kepada MaduraExpose.com.

(m2d/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *