Aktivis PMII mendobrak pintu gerbang Pemkan dan berhasil masuk kehalaman utama setelah berhasil memukul mundur aparat kepolisian (Foto: Dok. MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Menjelang berkhirnya masa jabatan Busyro Karim, sebagai Bupati Sumenep, puluhan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep kembali turun jalan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Pemkab setempat, menuntut bupati bertanggung jawa atas sejumlah persoalan yang hingga saat ini jadi momok masyarakat.

“Kami menuntut Bupati Sumenep bertanggung jawab atas ketidak jelasan keuangan BUMD di PT WUS”, ujar Ahmad Zainullah, salah satu orator aksi dari PMII Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin 8 Juni 2015.

Tak hanya itu, demonstran juga menyinggung penerbitan SK CPNS Kategori Honorer (K2) 2013/2014 sarat dengan kejanggalan. Salah satunya, dari 9 tanaga honorer dari SMPN 3 Sumenep, hanya 2 orang yang tidak diterbitkan SK CPNS, yakni Hendri dan Luki Nurhidayat.

“Padahal keduanya dinyatakan lulus oleh pihak Menpan. Kami menduga adanya praktik maladministrasi dalam penerbitan SK CPNS”, timpal Khairul Umam, Korlap aksi sekaligus Ketua PMII Sumenep.

Pantauan MaduraExpose.com, puluhan aktivis sempat bersitegang dengan aparat kepolisian dan menyayangkan tindakan aparat yang sengaja membawa alat pentungan. Ketua PMII juga meminta polisi tidak ikut campur karena tugasnya hanya mengawal jalannya aksi.
Mahasiswa berhasil mendobrak pintu pagar depan kantor Pemkab hingga lepas.

Selain itu mahasiswa juga menyampaikan enam tuntutan terhadap Bupati Sumenep A.Buysro Karim.

(m2d/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM