Sumenep Berduka: Terjangan Angin Kencang Hancurkan Ratusan Rumah, Warga Menanti Uluran Tangan

Terbit: 5 Februari 2026 | 02:35 WIB

SUMENEP – Isak tangis dan puing-puing bangunan menjadi pemandangan pilu di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep setelah bencana alam angin kencang meluluhlantakkan pemukiman warga. Ratusan keluarga kini terpaksa bertahan di bawah atap yang bocor, bahkan sebagian harus kehilangan tempat bernaung setelah rumah mereka rata dengan tanah.

Data sementara menunjukkan skala musibah yang sangat memprihatinkan: 178 rumah di Kecamatan Pragaan rusak, 8 rumah di Guluk-Guluk hancur, dan di Kecamatan Bluto, 2 rumah dilaporkan rusak berat hingga tak lagi bisa dihuni. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan ratusan nyawa yang kini tengah berjuang dalam kondisi darurat.

Berpacu dengan Waktu: Tim Gabungan Terjang Lokasi Bencana

Merespons jeritan warga, Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Sumenep bergerak cepat melakukan asesmen mendalam sejak Rabu (04/02/2026). Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Permukimhub, PUPR, Polres, Kodim, hingga aparat kecamatan turun langsung menyisir setiap sudut reruntuhan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, menegaskan bahwa pendataan ini dilakukan secara menyeluruh untuk mengategorikan tingkat kerusakan—mulai dari ringan, sedang, hingga berat—sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan data benar-benar akurat. Ini adalah dasar penting untuk menetapkan tingkat bantuan dan langkah pemulihan bagi warga terdampak,” ujar Laili saat memberikan keterangan di Media Center.

Komitmen Percepatan: Jangan Ada Warga yang Terabaikan

Pemerintah Kabupaten Sumenep menyadari bahwa warga tidak bisa menunggu terlalu lama. Proses verifikasi dan validasi data terus dikebut agar penanganan bantuan tepat sasaran dan segera sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan.

“Pemerintah berkomitmen mempercepat proses ini agar masyarakat bisa segera kembali menjalani aktivitas secara normal. Kami ingin upaya pemulihan berjalan terencana dan terkoordinasi dengan baik,” tambahnya dengan nada simpatik.

Seruan Gotong Royong: Sumenep Tidak Sendiri

Di tengah duka yang menyelimuti, semangat gotong royong menjadi secercah harapan. Achmad Laili mengajak seluruh elemen masyarakat Sumenep untuk bahu-membahu meringankan beban para korban. Saat ini, kepedulian publik adalah obat bagi mereka yang sedang berduka.

Namun, kewaspadaan belum boleh kendor. Mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam dan tidak menentu, warga diimbau untuk tetap siaga.

“Segera lapor kepada aparat setempat apabila terjadi bencana susulan atau keadaan darurat lainnya. Kewaspadaan kita adalah kunci keselamatan bersama,” pungkas Laili.

Kini, harapan ratusan warga di Pragaan, Bluto, dan Guluk-Guluk tertumpu pada kecepatan gerak pemerintah dan kedermawanan sesama. Mari kita pastikan Sumenep bangkit lebih tangguh dari musibah ini. (Ferry Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *