Investasi Fantastis Rp16 Triliun, Perusahaan Singapura Jadikan Sumenep Pionir ‘Blue Economy’ Dunia

Terbit: 8 Januari 2026 | 02:56 WIB

SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Kabupaten Sumenep kembali menarik perhatian investor global. Kali ini, perusahaan raksasa asal Singapura, Stemcell United Limited (ASX SCU), melirik potensi emas di sektor perikanan ujung timur Pulau Madura. Tidak main-main, nilai investasi yang dipersiapkan mencapai $1 Miliar atau setara dengan Rp16,3 triliun.

Fokus utama investasi ini menyasar wilayah kepulauan untuk budidaya komoditas bernilai tinggi seperti rumput laut, teripang, kerapu, hingga lobster.

Sambutan Hangat Bupati Fauzi: Dorong Kesejahteraan Lokal

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik kehadiran ASX SCU. Menurutnya, langkah ini akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui konsep ekonomi biru (blue economy) yang ramah lingkungan.

“Kami optimis perusahaan ini menjadi pioner pengembangan blue economy di Kabupaten Sumenep. Investasi yang ramah lingkungan ini harus mendapat dukungan semua pihak karena berefek positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Fauzi usai bertemu delegasi ASX SCU di Rumah Dinas Bupati, Senin (20/01/2025).

Bupati menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep sangat mendukung proyek ini, terutama karena adanya komitmen perusahaan untuk menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Mengapa Sumenep? Kualitas Laut Jadi Kunci

Salah satu alasan utama ketertarikan investor Singapura ini adalah kualitas perairan Sumenep yang masih terjaga dan sangat bersih. Kondisi ini dinilai ideal untuk proses pembenihan dan budidaya perikanan berkelanjutan.

“Pihak perusahaan sudah melakukan survei di beberapa lokasi strategis, seperti di perairan Kangean, Sapeken, hingga beberapa titik di wilayah daratan,” tegas Bupati Fauzi.

Target 10 Juta Lobster dan 30 Ribu Tenaga Kerja

Founder sekaligus CEO Stemcell United Limited Seaweed Island Singapore, Philip Gu, mengungkapkan bahwa perusahaannya menggandeng Bandar Laut Dunia (Balad) Grup untuk merealisasikan ambisi besar ini.

Salah satu rencana ambisius yang disiapkan adalah budidaya 10 juta ekor lobster di wilayah Sumenep. Program ini diprediksi akan mengubah wajah industri perikanan Madura di mata internasional.

“Kami membutuhkan kurang lebih 30 ribu tenaga kerja. Investasi ini akan menjadikan industri perikanan Kabupaten Sumenep sebagai contoh industri ramah lingkungan yang menjadi perhitungan dunia internasional,” ungkap Philip Gu.

Komitmen Keberlanjutan Lingkungan

Philip menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga fokus pada pembangunan berkelanjutan. Dengan modal Rp16,3 triliun tersebut, ASX SCU berkomitmen meminimalisir dampak negatif terhadap ekosistem laut sembari memberdayakan masyarakat pesisir.

Dengan masuknya investasi berskala global ini, Kabupaten Sumenep kini bersiap memposisikan diri sebagai pusat perikanan modern yang memadukan kekayaan alam dengan teknologi berkelanjutan.


Editor: Redaksi Maduraexpose.com

Sumber:MaduraExpose.com

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *