
SUMENEP, Jawa Timur – Persoalan tambak udang ilegal dan pencemaran lingkungan di Sumenep tampaknya menjadi drama tanpa akhir. Hasil inspeksi mendadak (sidak) Panitia Khusus (Pansus) DPRD pada Desember 2025 ke tambak di Batuputih dan Batang-Batang menunjukkan persoalan yang sama panasnya dengan protes mahasiswa yang digelar enam tahun lalu, tepatnya pada September 2019.
Dari demonstrasi mahasiswa yang menyoroti reklamasi pantai dan tambak bodong di Bluto pada 2019, hingga temuan Pansus 2025 tentang formalitas IPAL dan kerugian PAD Rp 1,5 Miliar, Pemkab Sumenep didesak untuk mengakhiri krisis lingkungan yang berkepanjangan ini.
Narasi Berulang Sejak 2019: Izin Bermasalah, Operasi Tetap Jalan
Pada 12 September 2019, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) menggelar unjuk rasa besar di depan Kantor Bupati. Mereka menyoroti tambak udang ilegal di Desa Pakandangan Barat, Bluto, yang disebut beroperasi secara ilegal sejak 2015 dan melakukan reklamasi pantai seluas 1,5 hektare.
Ketua FKMS saat itu, Sutrisno, mempertanyakan sikap dingin Pemkab. Tambak tersebut, meskipun pernah dipasang papan penutupan oleh Satpol PP dan DPMPTSP, tetap beroperasi.
“Tambak udang ini sudah lama beroperasi. Tapi kok dibiarkan oleh Pemkab… Bayangkan berapa tahun mereka mencuri kakayaan Sumenep, melakukan pengrusakan lingkungan dan menindas warga,” teriak Sutrisno pada 2019.
Ironisnya, saat itu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, melalui Kabid Kukuh Agus Susyanto, hanya berdalih bahwa izin tambak tersebut masih “dalam proses pengajuan,” sementara Satpol PP mengaku baru bisa bertindak jika ada rekomendasi.
Fakta 2025: Limbah dan Ilegalitas Semakin Parah
Enam tahun berlalu, alih-alih tuntas, persoalan tambak udang justru meluas ke Kecamatan Batuputih dan Batang-Batang dengan pola yang serupa, bahkan lebih merugikan daerah.
Sidak Pansus DPRD pada Desember 2025 mengungkap dua fakta mencengangkan:
IPAL Formalitas: Tambak besar yang berizin di Desa Sergang diduga kuat menjadikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hanya sebagai pajangan. Anggota Pansus, Samsiyadi, menyatakan IPAL tersebut “tidak tampak digunakan,” menguatkan dugaan bahwa tambak berizin pun turut mencemari laut.
Ilegal dan Bebas: Tambak skala besar di Desa Juruan Daja beroperasi tanpa izin sama sekali dan membuang limbah langsung ke laut. “Ini DLH (Dinas Lingkungan Hidup) kemana?” tegas Samsiyadi, menunjukkan lemahnya pengawasan.
Anggota Pansus dari Fraksi PDIP, Endi, senada mengkritik kondisi di Batang-Batang, di mana perusahaan membuang limbah ke sungai dengan dalih menggunakan IPAL yang diduga kuat hanya “bohongan.”
Kerugian Ganda: Ekologis dan Finansial Rp 1,5 Miliar
Konsistensi kegagalan Pemkab menertibkan tambak selama bertahun-tahun ini kini berujung pada kerugian ganda bagi Sumenep. Secara ekologis, ekosistem laut terancam. Secara finansial, maraknya ratusan tambak udang bodong membuat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,5 Miliar melayang.
“Kita kehilangan potensi PAD sampai Rp 1,5 Miliar. Tidak ada pilihan lain, tutup sekarang juga tambak ilegal itu,” tandas Samsiyadi dengan tegas.
DPRD Sumenep saat ini memang tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) Tambak Udang untuk memperketat tata kelola lingkungan. Namun, sorotan publik kini tertuju pada keberanian dan ketegasan Pemkab Sumenep dalam mengambil tindakan penutupan yang gagal dilakukan sejak 2019.
Langkah apa yang akan diambil Pemkab Sumenep? Apakah drama pencemaran laut dan kerugian daerah akibat tambak udang ini akan kembali terulang di tahun-tahun mendatang? Publik Sumenep menantikan jawaban tegas.***

![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)