Gedor PSSI! Said Abdullah: Potensi Emas Pemain Muda Terjebak ‘Langka Kompetisi’, Soekarno Cup Jadi Oase

Terbit: 16 Desember 2025 | 14:35 WIB

MaduraExpose.com– Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menyoroti ironi besar dalam dunia sepak bola Indonesia. Menurutnya, meskipun tanah air dihuni jutaan anak muda bertalenta emas, perkembangan mereka terhambat akut oleh krisis kompetisi resmi yang berkelanjutan. Kritik ini seolah menjadi “gedoran” bagi otoritas sepak bola nasional untuk lebih serius menyediakan panggung bagi pemain muda.

“Indonesia itu gudang bakat, jutaan anak muda kita punya potensi bola yang luar biasa. Tapi, kalau minim kompetisi, bagaimana mereka mau mengasah diri? Bakat itu butuh wadah, bukan sekadar latihan,” tegas Said Abdullah dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Kesebelasan Banteng Jatim U-17 FC menorehkan prestasi membanggakan dengan menjuarai Soekarno Cup 2025 setelah menundukkan Banteng Bali pada partai final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (13/12/2025).ISTIMEWA.

Kondisi inilah yang memantik inisiatif DPP PDI Perjuangan untuk bergerak cepat. Mereka menggagas turnamen Soekarno Cup 2025 sebagai respons langsung terhadap kelangkaan panggung bagi talenta usia muda. Ajang ini dihelat bukan sekadar turnamen biasa, melainkan diklaim sebagai ‘oase’ yang menawarkan pengalaman kompetisi berjenjang.

Sebanyak delapan tim yang mewakili berbagai zona geografis strategis—mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua—telah dikumpulkan untuk bersaing. Turnamen ini berlangsung megah di Bali dari tanggal 5 hingga 13 Desember 2025.

“Antusiasme anak-anak muda ini luar biasa. Ini bukti bahwa mereka haus kompetisi. DPP PDI Perjuangan merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi nyata, bukan hanya bicara, tapi menciptakan kompetisi yang menghasilkan talenta-talenta pesepak bola terbaik untuk tanah air,” imbuh Said.

Menariknya, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sendiri membentuk skuad khusus bernama Banteng Jatim yang dipersiapkan matang untuk ajang perdana ini. Upaya Banteng Jatim ini membuahkan hasil manis setelah berhasil merengkuh gelar juara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Keberhasilan ini semakin mempertegas pentingnya kompetisi terstruktur untuk memoles potensi.

Kritik Said Abdullah ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi PSSI dan pemangku kepentingan lainnya untuk segera memperluas dan mengaktifkan kembali kompetisi usia muda secara nasional, agar potensi ‘emas’ yang dimiliki Indonesia tidak terbuang sia-sia karena ‘lapangan’ yang sepi.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *