Stop Sampah! BRIDA-Stidar Rekomendasikan Perbaikan TPA dan Edukasi Zero Waste di Sumenep

Terbit: 21 November 2025 | 17:55 WIB

SUMENEP – Kabupaten Sumenep sedang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep, bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar), kini mendorong solusi radikal: pengelolaan sampah terpadu yang berbasis komunitas dan teknologi.

Hasil penelitian tim riset Stidar yang dipresentasikan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Kantor BRIDA pada Kamis (20/11/2025), menunjukkan bahwa Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 83 Tahun 2018 sudah memiliki fondasi yang baik, namun efektivitasnya harus ditingkatkan melalui langkah-langkah konkret dan tegas.

Desakan Perbaikan TPA dan Digitalisasi Pencatatan

 

Perwakilan Tim Riset Stidar, Imalah, menyoroti bahwa salah satu titik lemah dalam rantai pengelolaan sampah berada di hilir—yakni Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Perbaikan tata kelola TPA Torbang serta digitalisasi pencatatan sampah menjadi penting. Ini memastikan transparansi dan efisiensi dalam manajemen sampah akhir,” ujar Imalah.

Rekomendasi ini mengindikasikan perlunya investasi teknologi dan perbaikan sistem manajerial di TPA agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbunan, tetapi juga pusat pengelolaan yang efisien dan akuntabel.

Kunci Utama: Edukasi dan Penguatan Komunitas di Tingkat RT/Desa

 

Menurut Stidar, untuk benar-benar menghentikan masalah sampah, perubahan harus dimulai dari hulu—yaitu rumah tangga. Tim riset menekankan bahwa efektifitas Perbup akan meningkat drastis jika diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat.

Rekomendasi ini mencakup:

  1. Penguatan Bank Sampah Komunitas: Memberdayakan dan memberikan pendampingan berkelanjutan pada bank sampah di tingkat desa atau Rukun Tetangga (RT).

  2. SOP Pemilahan Sampah: Memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemilahan sampah secara hierarkis agar pemilahan sudah dilakukan sejak dari rumah.

  3. Kampanye Zero Waste: Menggalakkan gerakan zero waste dan kampanye pengurangan plastik melalui edukasi di sekolah, desa, dan komunitas.

BRIDA Desak Integrasi Lintas Sektor

Sebagai langkah preventif, Tim Riset Stidar menutup presentasinya dengan menekankan pentingnya kampanye lingkungan masif. Kampanye ini harus diwujudkan melalui edukasi di sekolah, desa, dan komunitas, dengan fokus pada gerakan zero waste dan pengurangan penggunaan plastik.

Langkah-langkah ini, termasuk pembangunan infrastruktur TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), harus didukung oleh kolaborasi berkelanjutan model Pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, dan media.

Hasil riset ini diharapkan segera menjadi acuan kebijakan strategis oleh BRIDA Sumenep dan segera diintegrasikan ke dalam program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, memastikan upaya “Stop Sampah” di Sumenep berjalan efektif dan berkesinambungan. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *