
Di era digital yang serba cepat, berita datang silih berganti. Namun, di balik lautan informasi itu, tersembunyi cerita-cerita yang mengingatkan kita akan etika dan integritas.
Kisah yang terjadi lebih dari satu dekade lalu di Sumenep ini, meski lama, tetap relevan sebagai cermin bagi dunia jurnalistik hari ini.
Pada Oktober 2009, sebuah skandal mengguncang kota kecil di ujung timur Madura. Seorang oknum wartawan media mingguan, GT (33), ditangkap polisi karena memeras seorang warga, Zahri (34). Jumlahnya tidak main-main, mencapai Rp 101 juta. Kasus ini terungkap setelah korban tak lagi sanggup memenuhi tuntutan GT dan melaporkannya ke Polres Sumenep.
Penangkapan GT menjadi sebuah drama tersendiri. Ia diciduk Tim Resmob Polres Sumenep saat sedang menerima uang tambahan sebesar Rp 2,5 juta dari korban. Di tangannya, seolah bukti tak terbantahkan, terdapat uang tunai dan ponsel yang digunakan untuk melancarkan aksinya.
Namun, kisah ini tidak berhenti di sana. Penyelidikan polisi mengungkap adanya tersangka lain. Berdasarkan keterangan GT, polisi mengamankan seorang pria berinisial ISK, yang juga diduga terlibat dalam pemerasan ini. Langkah tegas Polres Sumenep menunjukkan komitmen untuk membersihkan praktik kotor yang mencoreng nama baik profesi jurnalistik.
Mengapa Kisah Ini Masih Relevan Hari Ini?
Meskipun berita ini sudah 16 tahun berlalu, intinya masih sangat relevan. Di tengah menjamurnya media online dan kemudahan setiap orang menjadi “reporter,” kasus serupa masih terjadi. Oknum-oknum yang menyalahgunakan profesi wartawan sebagai alat pemeras, atau yang sering disebut “wartawan bodrex”, terus bermunculan.
Praktik ini tidak hanya merusak nama baik jurnalis profesional yang bekerja dengan jujur, tetapi juga mengancam kebebasan pers. Masyarakat menjadi skeptis terhadap media, dan kepercayaan publik—modal utama jurnalisme—terkikis perlahan.
Kasus di Sumenep ini menjadi pengingat bagi semua pihak:
- Bagi Jurnalis: Integritas adalah harga mati. Kode etik jurnalistik bukan sekadar aturan, tetapi pedoman moral untuk memastikan profesi ini tetap mulia.
- Bagi Masyarakat: Hati-hati terhadap pihak yang mengaku wartawan. Verifikasi identitas mereka dan jangan ragu untuk melaporkan jika ada indikasi pemerasan atau penyalahgunaan profesi.
- Bagi Penegak Hukum: Tindakan tegas harus diambil tanpa pandang bulu terhadap oknum yang merusak tatanan sosial.
Kisah GT dan ISK dari Sumenep adalah narasi yang tak lekang dimakan waktu. Ia adalah pelajaran pahit tentang penyalahgunaan kekuasaan, dan pengingat bahwa kebenaran dan keadilan harus terus diperjuangkan, baik melalui pena maupun di meja hijau. [dbs/gim/*]

![Simbol Rekonsiliasi dan Persatuan Nasional. Jusuf Kalla dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) saat menghadiri Doa Bersama Lintas Agama bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kehadiran tokoh-tokoh kunci ini menegaskan bahwa dialog dan kebersamaan lintas iman adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta mendinginkan suasana di tengah dinamika perbedaan persepsi bangsa. [Foto: Dok. Instagram @jusufkalla/Madura Expose] Simbol Rekonsiliasi dan Persatuan Nasional. Jusuf Kalla dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) saat menghadiri Doa Bersama Lintas Agama bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kehadiran tokoh-tokoh kunci ini menegaskan bahwa dialog dan kebersamaan lintas iman adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta mendinginkan suasana di tengah dinamika perbedaan persepsi bangsa. [Foto: Dok. Instagram @jusufkalla/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776184346/jk-kapolri-panglima-tni-doa-bersama-lintas-agama.jpg_efyxvq.jpg)

![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)
