Sujud Syukur dan Air Mata: Kisah Haru Perpisahan Sekretaris Daerah Sumenep

Terbit: 26 Agustus 2025 | 07:31 WIB

SUMENEP,Maduraexpose.com – Angin pagi yang dingin tak mampu membekukan kehangatan yang mengalir di halaman kantor Pemkab Sumenep. Senin pagi yang seharusnya biasa, berubah menjadi kanvas penuh kesedihan dan haru, saat sebuah era berakhir. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edi Rasyadi, memimpin apel gabungan untuk yang terakhir kalinya. Udara terasa berat, dipenuhi aura perpisahan yang menyayat hati.

Di mimbar apel, suara Edi bergetar, memecah keheningan yang menyesakkan. Setiap kata yang keluar adalah ungkapan tulus dari lubuk hati terdalam. Ia mengenang tujuh tahun pengabdian, sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun berhasil dilewati berkat sinergi dan gotong royong seluruh jajaran. “Terima kasih atas sinergi yang telah terbangun selama ini,” ucapnya, suaranya sarat dengan makna perpisahan.

Matahari perlahan naik, namun bayang-bayang kesedihan tak kunjung hilang. Edi meminta maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang mungkin tak sengaja terucap atau terlaksana. Sebuah gestur yang sederhana, namun begitu mendalam maknanya. Setelah memberikan amanat, ia tak langsung pergi. Dengan langkah yang berat, Edi turun dari mimbar, mendekati setiap barisan ASN, satu per satu, untuk mengucapkan salam perpisahan.

Di sana, di antara barisan, terlihat tetes-tetes air mata yang tak terbendung. Setiap salaman adalah pengakuan tulus atas dedikasi seorang pemimpin. Penghormatan diberikan, doa-doa dilantunkan, memohon agar Edi senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan dalam menjalani masa purna tugasnya. Momen itu bukan hanya perpisahan, melainkan sebuah epilog haru dari sebuah pengabdian yang tulus.

Apel gabungan hari itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah monumen emosional yang akan selalu dikenang oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumenep. Kisah perpisahan ini menjadi pengingat bahwa di balik jabatan dan tugas, ada ikatan kemanusiaan yang terjalin erat, meninggalkan jejak yang tak akan pernah pudar.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *