Menjaga Amanah Kiai As’ad, K.H.R. Azaim Ibrahimy Hadir di Sumenep

Terbit: 25 Agustus 2025 | 18:16 WIB

SUMENEP — Malam itu di Pelabuhan Talango, Sumenep, bukanlah malam biasa. Di tengah keramaian, sebuah kapal tongkang melintasi lautan, membawa sosok istimewa yang kehadirannya telah dinanti ribuan jamaah: K.H.R. Azaim Ibrahimy, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kehadiran beliau adalah bagian dari agenda penting, pengajian di Desa Cabbiye.

K.H.R. Azaim Ibrahimy membawa warisan spiritual yang mendalam. Beliau bukan hanya pengasuh sebuah pesantren terkemuka, tetapi juga cucu dan menantu langsung dari pendirinya yang legendaris, Kiai As’ad Syamsul Arifin. Melalui pernikahannya dengan Nyai Hj. Zainiyah As’ad, putri dari Kiai As’ad, beliau mengemban amanah untuk meneruskan perjuangan dakwah dan tradisi pesantren yang telah mengakar kuat.

“Kami pastikan semua proses, mulai dari kendaraan, penumpang, hingga faktor keselamatan pelayaran, terkontrol dengan baik,” ujar Zahma, S.E., Kepala UPT Pelabuhan Disperkimhub Sumenep.


 

Sinergi Laut dan Darat untuk Kelancaran Dakwah

 

Demi menyambut kehadiran ulama besar ini, Pelabuhan Talango berubah menjadi pusat koordinasi yang teratur. Petugas pelabuhan, dibantu oleh aparat TNI dan Polri, bahu-membahu mengatur setiap detail, mulai dari bongkar-muat hingga pengawalan. Mobil yang membawa rombongan K.H.R. Azaim Ibrahimy mendapat pengawalan ketat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jamaah yang turut serta.

Sinergi ini, menurut Zahma, adalah wujud komitmen nyata dalam menjaga ketertiban umum. “Kegiatan ini melibatkan banyak jamaah, sehingga penting bagi kami memastikan tidak ada hambatan. Koordinasi dengan TNI dan Polri juga berjalan sangat baik,” jelasnya.

Lebih dari sekadar dukungan teknis, langkah ini adalah pelayanan kemanusiaan dan wujud penghormatan terhadap kegiatan keagamaan. Kehadiran K.H.R. Azaim Ibrahimy bukan hanya untuk berdakwah, melainkan untuk menjaga dan mengembangkan warisan keilmuan yang telah ditanamkan oleh para pendahulunya.

“Semoga acara ini berlangsung khidmat dan memberi keberkahan bagi seluruh jamaah,” pungkas Zahma, menutup malam yang penuh makna dengan harapan mulia.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *