
SURABAYA, MaduraExpose.com — Ratusan nelayan dari Sampang dan Pamekasan, Madura, kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran yang mencekam.
Mereka mengepung kantor Petronas di Gresik dan Kantor SKK Migas Jabanusa di Surabaya, menuntut pertanggungjawaban atas hilangnya ribuan rumpon akibat aktivitas survei seismik 3 dimensi di Lapangan Hidayah, Wilayah Kerja North Madura II.
Aksi yang berlangsung selama dua hari ini merupakan puncak kekecewaan para nelayan. Menurut koordinator aksi, Faris Resa Malik, nelayan sudah lelah diombang-ambing janji palsu.
“Sampai sekarang itu hanya janji. Bahkan janji mereka untuk menemui nelayan akhir Juli lalu juga gagal. Makanya hari ini adalah puncak kekecewaan kami,” terangnya.
Pada pertemuan sebelumnya di bulan Juli 2025, Petronas dan PT Elnusa—dengan disaksikan SKK Migas—telah menyepakati nominal ganti rugi. Nilainya mencapai miliaran rupiah, mencakup nelayan dari beberapa kecamatan di Sampang dan Pamekasan.
Namun, hingga saat ini, tidak ada realisasi pembayaran.
Seorang nelayan bernama Halil menegaskan, nelayan kini hidup dalam kesulitan karena kehilangan rumpon, yang merupakan mata pencaharian utama mereka. Ia memberikan peringatan keras kepada Petronas.
“Kalau ganti rugi tidak jelas kepada kami, nelayan akan menghentikan dan melarang proses eksploitasi digelar di Lapangan Hidayah,” ancamnya.
Ancaman ini bukan gertakan semata. Dengan hilangnya alat tangkap, ribuan nelayan mengalami kerugian ekonomi yang masif. Aksi demo ini menjadi manifestasi dari kemarahan dan keputusasaan mereka.
Upaya media untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak Petronas melalui Senior Government & Stakeholder Relations Manager, Erik Yogapurana, belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim tidak mendapat balasan, menambah kecurigaan akan adanya ketidakseriusan pihak perusahaan.
Aksi ini tidak hanya menuntut ganti rugi, tetapi juga menyoroti lemahnya pertanggungjawaban korporasi multinasional terhadap dampak sosial dan ekonomi yang mereka timbulkan. [kom/gim/dbs/ist]






![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)