Bupati Sumenep Soroti Peran PT Garam

Terbit: 19 Agustus 2025 | 02:35 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com— Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, secara tegas menyoroti permasalahan banjir di sejumlah wilayah yang diduga kuat terkait dengan aktivitas PT Garam (Persero).

 

Meskipun menghargai PT Garam sebagai entitas bisnis strategis, Bupati Fauzi menekankan bahwa isu ini adalah masalah kemanusiaan yang membutuhkan penanganan segera dan solusi konkret.

 

 

Dialog Tanpa Solusi

Permasalahan banjir yang terjadi di beberapa desa, seperti Desa Marengan Laok dan Kebunan di Kecamatan Kota, telah menjadi perhatian utama Bupati Fauzi. Beliau telah berulang kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif. Dalam upayanya mencari jalan keluar, Bupati juga telah mengundang pihak PT Garam untuk berkoordinasi.

 

Namun, dialog yang telah beberapa kali dilakukan tersebut hingga kini belum menghasilkan solusi yang memuaskan. Bupati Fauzi menyatakan bahwa komitmen untuk mengatasi banjir ini harus menjadi prioritas, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.

 

Dilema Antara Aset Negara dan Kebutuhan Daerah

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Garam terikat pada tata kelola aset yang ketat. Keterbatasan dalam pemanfaatan lahan dan kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kendala yang sering dikemukakan oleh pihak perusahaan. Mereka menyatakan bahwa setiap langkah harus mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku dalam pengelolaan aset negara.

 

Meskipun memahami posisi PT Garam, Bupati Fauzi menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta agar PT Garam dapat mencari titik temu dan berinovasi dalam menjalin kerja sama demi kepentingan publik yang lebih besar.

 

Solusi Konkret sebagai Prioritas Utama

Dalam pandangan Bupati Fauzi, keberadaan PT Garam tidak menjadi masalah secara keseluruhan, namun aktivitas yang diduga memicu banjir merupakan hal yang tidak bisa ditolerir. Desakan untuk segera menemukan solusi konkret, seperti perbaikan infrastruktur drainase atau pengelolaan air yang lebih baik, menjadi inti dari tuntutan Pemkab Sumenep.

 

“Ini adalah masalah kemanusiaan yang perlu segera ditangani,” tegas Bupati Fauzi, menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif, profesional, dan mengesampingkan hambatan birokrasi demi kesejahteraan masyarakat. [dbs/km/bap]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *