Rekom BBM oleh DKP Disoal Banyak Kalangan

Terbit: 11 April 2015 | 13:12 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Rekom pengiriman bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep dinilai banyak kalangan akan menjadi sumber keributan antara pihak pengusaha dengan pihak Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) yang selama ini sudah beroperasi.

Pernyataan itu disampaikan Zainuri, MP, anlasis kebijakan publik dari Sumenep Network saat berkunjung ke kantor Redaksi MaduraExpose.com di Jl.Kemuning, Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu.

Pihaknya juga menyesalkan pernyataan Moh Djakfar, Kepala Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep yang terkesan melakukan pembelaan terhadap pemilik BBM yang ditangkap oleh Mabes Polri.

“Harusnya Kepala DKP menghargai proses hukum yang dilakukan oleh pihak Polairut dari Mabes Polri. Bukan kemudian secepat kilat mengatakan itu bukan penangkapan, itu tidak ada persoalan seperti ditulis media”, ujarnya.

Zaenuri juga bilang, selama beberapa tahun terakhir, persoalan BBM di kepulauan seringkali menuai masalah, semisal terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga eceran ditingkat konsumen. Harusnya pemerintah tegas menerapkan aturan dengan tidak memberikan rekom pengiriman BBM selain terhadap APMS.

“Terungkapnya KLM pengangkut BBM yang diamankan petugas ini menjadi petunjuk baru untuk mengungkap terjadinya kelangkaan dan mahalnya BBM yang selama ini kerap terjadi di kepulauan. Nanti, Kami koordinasikan masalah ini dengan Komisi Hukum DPRD dan sejumlah pihak terkait di Sumenep”, imbuhnya menegaskan.

Dilansir sejumlah media online, Moh Djakfar, Kepala DKP Sumenep membantah kapal motor layar pengangkut BBM itu ditangkap aparat keamanan. Ia berdalih, hanya dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Namun Djakfar tidak menampik, jika pengangkut BBM itu tidak bisa menunjukkan dokumen asli kepada petugas yang melakukan pemeriksaan..
Seperti diberitakan MaduraExpose.com sebelumnya, KLM Kantor Sepudi ditangkap Mabes Polri saat mengangkut BBM sebanyak 20 ribu 800 liter. Rinciannya, 13 ribu 400 liter jenis solar dan 6.600 liter jenis premium serta 400 liter minyak tanah (mitan).

(Mex/skw/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *