Kapolri ‘Sowan’ ke Pesantren Madura: Rangkul Ulama, Perkuat Stabilitas Bangsa di Tengah Tantangan

Terbit: 6 Agustus 2025 | 23:11 WIB

PAMEKASAN, Madura Expose — Di tengah kompleksitas tantangan kebangsaan, mulai dari radikalisme hingga ancaman digital, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah strategis. Ia memilih menguatkan silaturahmi dengan ulama pesantren, langsung hadir di Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar Timur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (6/8/2025).

Kedatangan Jenderal Bintang Empat ini tidak sendiri. Ia didampingi sejumlah jenderal top Polri, termasuk Irwasum Komjen Dedi Prasetyo dan Kabaintelkam Komjen Syahar Diantono, serta jajaran perwira tinggi lainnya. Kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rombongan turut menambah bobot kunjungan ini.

Sambutan Adat Madura Penuh Makna: Kuda, Hadroh, dan Bunga Melati

Rombongan Kapolri disambut dengan tradisi adat Madura yang kaya makna. Iring-iringan kuda, lantunan hadroh yang syahdu, dan pengalungan bunga melati oleh pengasuh Ponpes Al-Hamidy, RKH Mohammad Rofi’i Baidhowi, menjadi simbol akhlak, penghormatan, dan semangat kebangsaan ala santri Madura.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh para kiai sepuh dari berbagai pondok pesantren ternama di Madura, seperti RKH Mudasir Badrodin (Ponpes Panyepan), RKH Faisol (Ponpes Bata-bata), dan RKH Hasbullah (Ponpes Darul Ulum), menunjukkan dukungan luas dari komunitas ulama.

Pesan Kapolri: Polri Tak Akan Kuat Tanpa Doa Ulama

Dalam pertemuan khidmat yang diwarnai ramah tamah dan santunan anak yatim, Kapolri menegaskan esensi kunjungannya. “Silaturahmi ini bagian dari upaya menjaga sinergitas ulama dan umaro. Kami di Polri sangat sadar, tugas menjaga keamanan tidak lepas dari peran dan doa para ulama,” tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebagai simbol kebersamaan, Kapolri menyerahkan plakat kehormatan kepada RKH Mohammad Rofi’i Baidhowi dan menandatangani lonceng simbolik. Langkah ini mencerminkan pendekatan kultural Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) melalui komunikasi spiritual dengan para tokoh pesantren.

Sinergi Ulama dan Umaro: Pilar Stabilitas Bangsa

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto menambahkan bahwa kegiatan ini menegaskan komitmen Polri dalam membangun relasi harmonis antara aparat negara dengan tokoh agama. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Doa dan bimbingan ulama adalah fondasi penting dalam menjaga Pamekasan tetap damai dan aman,” ucapnya.

Tak bisa dimungkiri, Madura dikenal sebagai lumbung pesantren dan basis kekuatan Islam kultural. Maka, langkah Kapolri untuk ‘sowan’ langsung ke pusat-pusat keagamaan ini menjadi strategi penting menjaga stabilitas sosial dari akar rumput, sekaligus menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan umaro adalah pilar utama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Razia Bandara Trunojoyo: 48 Motor Brong Dikandangkan, Polres Sumenep Tebas Balap Liar

Terbit: 20 April 2026 | 13:50 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep melakukan tindakan tegas terhadap maraknya aksi balap liar yang meresahkan warga di kawasan jalur…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *