Kecewa Jokowi, Nelayan Sumenep Ogah Melaut

Terbit: 6 April 2015 | 08:29 WIB

MaduraExpose.com- Sejumlah nelayan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku enggan melaut meski hal itu merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka dalam mencukupi kebutuhan keluarga.

Hasil konfirmasi MaduraExpose.com kepada sejumlah nelayan yang menghentikan aktivitasnya menangkap ikan dilaut itu, mayoritas beralasan karena harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinaikkan lagi oleh rezim pemerintahan Presiden Jokowi.

“BBM naik otomatis biaya operasional tambah membengkak, sementara hasil tangkapan tidak sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan”, ujar Abd Ghafur, salah satu nelayan asal Desa Poteran, Kecamatan (Pulau) Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur saat diwawancarai MaduraExpose.com kemarin.

Dikisahkan Ghafur, akibat kenaikan BBM aktivitas perekonomian nelayan di desanya tersendat. Selama ini, para nelayan di Desa Poteran menggantugkan kebutuhan keluarga bersumber dari hasil tangkapan ikan di laut lepas yang kemudian dijual kepada para tengkulak ataupun ke pasar.

“Daripada melaut tapi rugi biaya operasional, ya mending kami mengecat perahu-perahu kami. Ada juga yang memanfaatkan memancing ikan untuk dikonsumsi sendiri dan sebagian lain memperbaiki jaring ikan Mas”, imbuhnya dengan raut wajah sedih.

Adapun kebutuhan operasional bagi nelayan yang hendak melaut atau melakukan tangkapan ikan dengan menggunakan jaring, sedikitnya harus mengeluarkan uang seharga Rp 30 liter perhari. Hampir semua nelayan di desa Poteran, lanjut Ghafur, sangat berharap kepada pemerintahan Jokowi agar benar-benar memikirkan nasib rakyat kecil, terlebih para nelayan yang memiliki ketergantungan terhadap BBM.

“Kami berharap pemerintahan Pak Jokowi memperhatikan nasib nelayan, karena aktivitas kami sangat bergantung pada BBM”, harap Abd Ghafur.

(M2D/FER)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *