
Maduraexpose.com- Pembelian beras murah oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang disalurkan Bulog Jawa Timur, dikeluhkan.
Beras medium yang disuplai dari gudang Bulog, dijual secara terbatas. Masing-masing pembeli hanya mendapat jatah 2 sak, atau 10 kilogram. Harganya Rp. 108.000 rupiah.
Faktanya, pembeli sejak dimulai dari beberapa titik pasar Bangkal dan pasar Anom banyak mengeluh lantaran tidak kebagian diduga banyak pembeli yang datang lebih dari dua kali. “petugas TPID seperti membiarkan para pembeli datang untuk membeli lagi,” kata sumber pembeli dilokasi.
Parahnya, kata dia melihat pembeli sampai membawa diluar batas dan sampai sampai diangkut becak. “Andaikan saja suplai beras tidak terbatas bisa saja jadi juragan beras,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, operasi pasar ini bisa memberikan dampak , tidak dimanfaatkan oleh oknum oknum. “Kalau satu orang bisa beli berkali kali tidak menutup kemungkinan juragan beras juga berbaur disitu,” ujarnya.
Kepala Bagian Perekonomian SDM, Dadang Dedy Iskandar menyatakan, kesalahan tim Bulog saat menjual beras tanpa menunggu TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). “Itu sebelum TPID datang, pihak Bulog langsung menjual duluan, karena kekurangan tenaga,” ngakunya.
Sehingga, Dadang panggilan akrabnya berjanji, minggu berikutnya operasi pasar penjualan beras murah konsumen akan memakai sistem KTP dan pakai celup tinta. ” Nanti pembelian akan memakai sistem KTP dan celup biar tidak datang berkali kali,” tegasnya.
Selian itu, pihaknya memaparkan tidak menentukan kuota setiap minggunya, hanya saja menyesuaikan ketersediaan beras di Bulog.
“jatah per minggunya untuk pedagang binaan, tidak menentukan jumlah sesuai ketersediaan di Bulog sendiri, pasar Anom bisa 2 ton dan pasar Bangkal bisa 1,5 ton, dibagi,” jelasnya.
Sedangkan operasi pasar untuk konsumen dirinya juga mengklaim menyesuaikan ketersedian beras, dibagi antara dua pasar. “Kalau perminggunya jatah 8 ton, pasar Anom 5 ton, pasar Bangkal 3 ton, itu dibagi tidak menentukan jumlah,” tutupnya. [*]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)


![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)