Inspirasi Abadi dari Kiai Busyro: Pesan “Anti Baper” untuk Bupati Achmad Fauzi dan KH. Imam Hasyim

Terbit: 11 Oktober 2025 | 02:38 WIB

SUMENEP – Lima tahun telah berlalu sejak pesan bijak itu digaungkan, namun gaungnya tetap relevan, bahkan menjadi mantra penting bagi kepemimpinan Bupati Sumenep saat ini, Achmad Fauzi Wongsojudo, dan Wakil Bupati KH. Imam Hasyim.

 

Pesan monumental yang pernah disampaikan oleh Bupati sebelumnya, KH. A. Busyro Karim, pada 31 Agustus 2019, berbunyi tegas: “Jangan Hanya Mau Jabatan, Tapi Enggan Permasalahan.”

 

Kala itu, dalam acara Peningkatan Kinerja OPD di Surabaya, Kiai Busyro menyinggung budaya kerja di lingkup Pemkab Sumenep. Jauh dari sekadar nasihat, pesan ini adalah penekanan pada integritas dan tanggung jawab kolektif yang kini harus diwarisi dan diimplementasikan oleh duet kepemimpinan Fauzi-Imam Hasyim.

 

🤝 Team Work: Kunci Sukses Sumenep Unggul

 

Filosofi kepemimpinan Kiai Busyro menitikberatkan pada team work. Beliau menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep adalah sebuah tim, dan bekerja sendiri, meskipun cepat, bukanlah cerminan kerja pemerintah daerah.

 

“Bersama-sama adalah sebuah awal. Menjaga kebersamaan adalah sebuah perkembangan. Dan bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan,” terangnya saat itu.

 

Pesan ini menemukan momentumnya dalam program kerja Bupati Achmad Fauzi dan KH. Imam Hasyim. Untuk mewujudkan visi “Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera”, sinergi antar-OPD, Camat, hingga desa menjadi keniscayaan.

 

Achmad Fauzi dan KH. Imam Hasyim dituntut untuk memastikan jajarannya meninggalkan ego sektoral. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penanganan kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan Sumenep tidak mungkin diselesaikan oleh satu kepala dinas saja. Dibutuhkan kolaborasi solid untuk menyusun program kerakyatan yang benar-benar memberikan manfaat.

 

💡 Melayani, Bukan Berformalitas

 

Pesan sentral “Jangan Hanya Mau Jabatannya, Tetapi Tidak Mau dengan Permasalahannya” adalah kritik pedas terhadap budaya pejabat formalitas.

 

Kiai Busyro menekankan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak melemparkan permasalahan kepada orang lain. Lebih jauh, beliau mengingatkan:

“Bapak/Ibu, bisa saja punya ribuan orang hebat. Ketika mereka tidak bisa bekerja bersama-sama, itu tiada arti… Dia tidak akan pernah bisa menyelesaikan permasalahan yang ada.”

 

Ini adalah self-reminder bagi seluruh birokrasi Sumenep. Bupati Achmad Fauzi yang dikenal dengan program-program pro-rakyat seperti Universal Health Coverage (UHC) dan percepatan infrastruktur, harus memastikan bahwa inisiatifnya tidak terhambat oleh aparat yang “enggan permasalahan.”

 

Tantangan Nyata Kepemimpinan Fauzi-Imam

Mantan Bupati Sumenep 2 Priode KH Ramdlan Siraj memberikan dukungan penuh kepada paslon Achmad Fauzi-KH Imam Hasyim (FAHAM) dan itu dibuktikan dengan kehadirannya menjadi orang terdepan saat mengantar paslon itu mendaftar ke kantor KPU Sumenep pada Kamis 29 Agustus 2024 lalu/Istimewa.

Kepemimpinan saat ini menghadapi tantangan untuk memperkuat ekonomi berbasis kawasan, meningkatkan kualitas layanan publik, dan menuntaskan masalah kemiskinan ekstrem.

 

Pesan Kiai Busyro berarti:

  1. Pimpin dengan Solusi: OPD harus berani mengambil keputusan sulit dan bertanggung jawab atas hasil kerjanya, bukan sekadar menjaga image jabatan.
  2. Fokus pada Hasil: Mengingat “terlalu banyak harapan dari masyarakat”, pekerjaan harus berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar rutinitas atau laporan yang indah di atas meja.

 

🚀 Sukses Kolektif: Warisan untuk Sumenep Hari Ini

 

Penutup pesan Kiai Busyro adalah intisari dari pengabdian:

“Sukses dan gagalnya Pemerintah Kabupaten Sumenep bukan gagalnya seorang bupati. Begitu juga sebaliknya. Gagal dan sukses Pemerintah Kabupaten Sumenep adalah gagal dan sukses kita semua.”

 

 

Dalam konteks kepemimpinan Fauzi-Imam Hasyim, filosofi ini mendesak semua elemen pemerintah untuk menjadi bagian dari solusi. Ini adalah spirit yang harus menggerakkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumenep untuk bekerja bersama, menjauhi mentalitas “pejabat baper” yang hanya ingin dihormati tapi lari dari tanggung jawab.

 

Pesan abadi dari Kiai Busyro tetap menjadi kompas moral: Jabatan adalah tanggung jawab, dan menyelesaikan masalah adalah kehormatan tertinggi seorang pemimpin. Sebuah inspirasi yang tak lekang untuk membangun Sumenep yang lebih sejahtera.

SUPER MANTAP: Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim pada acara Peningkatan Kinerja OPD dalam Rangka Percepatan Peningkatan Implementasi SAKIP Kabupaten Sumenep Tahun 2019, bertempat di Swiss-Bell Hotel Surabaya, Jumat malam (30/8/2019).
[ISTIMEWA/MADURAEXPOSE.]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *