Sosok Muhris Baharun Dalam Pandangan KH A Junaidi Muarif, Sungguh Menakjubkan!

Terbit: 12 Januari 2024 | 23:18 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Kepergian Muhris Baharun Ketua NU-Care Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) pada pukul 00.55 WIB, Kamis (11/01/2024) membuat kalangan Nahdiyin merasa kehilangan.

Almarhum juga dikenal kader terbaik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Selama menjabat sebagai ketua departemetasi yang bertugas menghimpun, mengelola dan mentasharufkan zakat, infaq dan shadaqah kepada mustahiq.

Ketua MWCNU Pragaan, KH A Junaidi Muarif kepada media mengaku sangat tahu persis tentang pengabdian Muhris Baharun semasa hidupnya yang dikenal tangguh dalam mensukseskan program sosial kemasyarakatan.

Dikutip dari NU Online Jatim, KH A Junaidi Muarif menjabarkan tentang pengabdian dari sosok Muhris Baharun yang tulus dan totalitas dalam pengabdiannya dalam membantu kemaslahatan ummat.

Kiai Junaidi mencontohkan program yang telah sukss digarap oleh almarhum seperti dua kali melakukan bedah rumah dhuafa, membangun jembatan penghubung antara dua desa.

Selain itu, lanjut Kiai Junaidi, ada program renovasi masjid atau langgar yang tak lepas dari campur tangan berhasil dituntaskan.

Kiai Junaidi juga mengenang jasa Muhris Baharun soal kegiatan tahunan lainnya seperti mentasharufkan zakat, infaq dan shadaqah pada mustahiq.

Tak hanya itu, program unggulan yang ditetapkan dalam sidang konferensi, kata Kiai Junaidi, mampu dijalankan dengan sepenuh hati oleh almarhum Muhris Baharun yang juga disebut-sebut sebagai salah satu tim 9 di MWCNU Pragaan yang menggerakkan program ke-NU-an.

“Tanpanya (Muhris Baharun), serasa kurang lengkap,” ucap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini. (*)

Sumber:—-
Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *