Kemenag Sumenep: Seorang guru memiliki tugas 3 kata saja

Terbit: 12 Januari 2024 | 22:41 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep Abdul Wasid memiliki perhatian khusus terhadap terhadap tugas dan tanggung jawab kalangan guru yang bekerja dibawah naungan instansi yang dipimpinnya.

Untuk dia berpesan agar para guru tidak menceritakan kenangan yang kurang baik di daerah pertama bertugas, dan tidak membanding-bandingkan antara tempat tugas sebelumnya dengan tempat tugas sekarang.

“Seorang guru memiliki tugas 3 kata saja, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi,” demikian Abdul Wasid Kepala Kemenag Sumenep saat menggelar pertemuan taaruf dan redistribusi ASN PNS Guru TA 2018 di ruang meeting Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Kamis 11 Januari 2024.

Abdul Wasid juga menekankan pentingnya para guru menjalin silaturahmi dengan teman sejawat, hormat kepada pimpinan, dan tidak pernah melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Sekadar menginformasikan, pertemuan taaruf dan redistribusi ASN PNS Guru TA 2018 kemarin itu, dijelaskan Wasid acara tersebut merupakan pembinaan dan ucapan selamat kepada 14 orang guru yang telah diredistribusikan dari daerah asal pertama penempatan berdasarkan Surat Keputusan (SK) awal masing-masing guru.

“Semoga kedepannya menjadi lebih semangat dalam meningkatkan kinerjanya. Mulai sekarang sudah bisaberkumpul lagi dengan keluarganya,” tutup Abdul Wasid.[fat/kab]

Sumber: —-
Editor: Ferry Arbania

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Laga Panas Pengadaan Buku: Sahnan MP3S Siapkan ‘Tiket’, Haji Iksan Pasang ‘Gembok’ SIPLAH!

    Terbit: 2 Maret 2026 | 02:31 WIB SUMENEP – Awal pekan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep mendadak “gerah”. Bukan karena suhu udara, melainkan karena mencuatnya tensi tinggi antara aktivis pengawas…

    Bisnis Buku di Sekolah: MP3.S Siapkan ‘Tiket’ ke Penjara

    Terbit: 1 Maret 2026 | 12:11 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Praktik jual-beli buku pelajaran yang melibatkan transaksi langsung antara penerbit dan sekolah di Kabupaten Sumenep kini berada di bawah radar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *