Greget Reaktivasi Jalur Kereta Api di Madura

Terbit: 12 Januari 2024 | 07:40 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)—Wacana reaktivasi jalur kereta api Madura seolah meredup meski gembar-gembornya seolah membangkitkan harapan baru sejumlah pihak.

Dalam sebuah kesempatan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam kepada wartawan, belum lama ini menilai, reaktivasi jalur kereta api Madura dianggap lebih realistis dan ekonomis ketimbang proyek jalan tol.

Reaktivasi jalur kereta api di Madura, lanjut Surokim , mampu membawa multiefek bagi Madura, khususnya membuka wilayah dan mempermudah akses terhadap wilayah Madura Timur.

“Paling tidak, reaktivasi jalur kereta Madura akan lebih mudah direalisasikan dan lebih ekonomis jika dilihat dari sisi investasi,” ujarnya belum lama seperti dikutip dari laman Republika.

Surokim begitu optimis soal reaktivasi jalur kereta api di Madura, karena menurutnya tidak sekadar menjadi memorabilia terhadap sejarah transportasi publik di Pulau Garam tersebut.

Menurut dia, beban transportasi jalan darat nasional Madura terkurangi. Diakuinya, selama ini sering terjadi macet di simpul-simpul pasar sepanjang perjalanan dari Sumenep menuju Bangkalan Madura.

“Jika reaktivasi terealisasi tentu akan punya banyak implikasi. Selain bisa memperpendek waktu tempuh antardaerah, juga bisa membuka peluang mengembangkan pariwisata dan potensi membuka peluang pengembangan wilayah dan potensi ekonomi yang lain,” imbuh Surokim.

Dirinya menilai, seluruh potensi wisata di Kabupaten Sumenep akan lebih terjangkau dan mudah diakses oleh wisatawan dengan jarak tempuh yang lebih singkat karena tak lagi terjebak dengan sim[ul kemacetan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengklaim wacana reaktivasi jalur kereta api di Madura telah mendapat respon positif dari pemerintah pusat.

Suami dari politisi Nia Kurnia ini merespon permintaan masyarakat Madura yang menginginkan diaktifkannya kembali jalur kereta dan dioperasikan kembali untuk kepentingan masyarakat.

Sejauh ini, kata Fauzi melanjutkan, PT KAI telah bersurat kepada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep, terkait inventarisasi aset, termasuk pembayaran Surat Pemberitahuan Pajak Tertuang (SPPT) yang biasa dilakukan setiap tahun.
“Setelah melakukan serangkaian komunikasi dan menyurati Presiden Joko Widodo, perjuangan kita, masyarakat Madura yang menginginkan kereta api sudah satu langkah lebih maju,” imbuhnya. [Ferry Arbania]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *