Inisiasi Bupati Fauzi, Sekolah Rakyat Sumenep Jadi Solusi Pendidikan Merata

Terbit: 30 September 2025 | 21:23 WIB

SUMENEP — Di sebuah sudut Kota Sumenep, sebuah asa baru bagi generasi penerus mulai bersemi. Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi memulai penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan revolusioner yang dirancang untuk memastikan tak ada lagi anak-anak yang tertinggal dari bangku sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.

 

 

Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. Melalui sekolah ini, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem kini memiliki akses penuh terhadap pendidikan berkualitas, tanpa biaya sepeser pun.

 

 

“Pemerintah melalui Sekolah Rakyat ingin memastikan tidak ada anak-anak di Kabupaten Sumenep yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya saat pembukaan di SKD Batuan, Selasa, 30 September 2025.


 

 

Mencetak Generasi Unggul dan Berkarakter

 

Lebih dari sekadar memutus rantai kemiskinan, Sekolah Rakyat hadir sebagai wadah untuk membentuk generasi masa depan Sumenep yang cerdas, terampil, berkarakter, dan berakhlak mulia.

 

Bupati Fauzi berharap program ini dapat melahirkan individu-individu yang siap menghadapi tantangan zaman, mampu bersaing, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

 

 

“Sekolah Rakyat melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman, mampu bersaing, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah,” jelasnya.

 

 

Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program ini. Tak hanya dengan fasilitas, tetapi juga dengan semangat untuk terus menekan angka putus sekolah dan memastikan setiap anak bisa menikmati pendidikan yang bermutu.

 

 

Untuk keberlanjutan program ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Desa Patean, Kecamatan Batuan. Pembangunan gedung permanen dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026, sehingga aktivitas belajar mengajar di SKD Batuan saat ini hanyalah bersifat sementara.

 

 

“Seluruh orang tua harus memanfaatkan fasilitas Sekolah Rakyat untuk mencetak generasi unggul,” pesan Bupati Fauzi.

 

 

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat, Norani Yanuar S, menjelaskan bahwa untuk tahap awal, sekolah ini menampung 96 siswa. Rinciannya, 46 anak untuk jenjang Sekolah Dasar dan 50 anak untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama.

 

 

Seluruh kebutuhan pengajaran, mulai dari guru, wali asuh, hingga wali asrama, telah dipersiapkan sesuai ketentuan. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dimulai setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah selesai pada 13 Oktober 2025.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *