KH Ali Mufti Hamid: Sekarang ini Yang Paling Penting Ibadah, Tak Cukup Mengandalkan Alim

Terbit: 30 April 2022 | 14:52 WIB

Sumenep( Maduraexpose.com)– Ada yang sangat menyentuh qalbu dari mauidzah hasanah (ceramah) yang disampaikan KH.Ali Mufti Hamid saat diundang menjadi muballigh dalam acara penutupan Pondok Ramadhan 1443 H sekaligus Grand Opening Stasiun Sosial Asoka, Era Baru Peradaban Umat dan Santri Raudlatul Iman, Dusun Mandala Barat, Desa Gadu Barat. Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep belum lama ini.

Dalam pandangan Kiai Ali Mufti Hamid, hidup diakhir zaman yang penuh dengan fitnah akan membuat sebagian besar umat cenderung kebingungan untuk membedakan suatu kebenaran, Kecuali orang-orang yang paham ilmu agama dan dekat dengan Ulama.

Kiai yang hafal berbagai kitab kuning dan fasih bahasa inggris inipun menegaskan, bahwa kehadiran ulama sangat dibutuhkan dalam membimbing perjalanan umat manusia agar tidak tersesat dalam kegelapan.

“Seandainya tidak ada ulama, niscaya manusia akan seperti hewan,” demikian salah satu petikan ceramah Kiai Ali Mufti dalam kegiatan keagamaan yang disiarkan langsung diberbagai platform media sosial dan siaran langsung melalui Radio RADAR FM.

Beliau juga mengajak para santri agar tidak hanya alim dalam baca kitab dan buku pelajaran lainnya. Lebih dari, Santri harus rajin ibadah dan gemar mengamlkan amalan-amalan sunnah.
Kebaikan yang datang dari orang lain, tak sedikit karena berangkat dari sendiri yang baik. Begitu juga dengan jodoh, jika santri baik akhlaknya, maka akan dipilihkan jodoh yang sama baik akhlaknya.

“Bagi Santri yang ingin dapat jodoh yang punya ilmu, ya kalian harus juga punya ilmu.,”inbuhnya.

Selain itu, Kiai Ali Mufti yang juga jago memainkan alat musik dan pencipta lagu -lagu religi ini, punya keyakinan besar bahwa Pondok Pesantren Raudlatul Iman akan terus tumbuh besar.

Banyak prestasi yang diraih oleh para santrinya semisal juara baca kitab kuning diberbgai event. Namun bukan hal itu barometernya.

“Dari Zaman ke Zaman, Ponpes Raudlatul Iman terus bertambah besar dengan segala capaian selama ini. Dan untuk menjadi besar dalam arti yang sesungguhnya, maka kita harus berjiwa besar,” imbuh K.Ali Mufti disambut hangat dengan bacaan shalawat jamaah yang hadir.

Kakak Kandung dari KH.Muhammad Sahli Hamid ini menambahkan, bahwa tugas utama dari para pengasuh Raudlatul Iman adalah mengayomi dengan sebaik-baik tanggung jawab.

“Tugas pengasuh Raudlatul Iman adalah mengembangkan dan memberikan dukungan semua ustadz dan ustadzah,agar santri lebih berprestasi dalam baca kitab ,tahfidz dan keilmuan yang lain,” timpalnya.

Kiai Ali Mufti melanjutkan ceramahnya yang paling terkahir, beliau seperti hendak menghibur para wali santri yang hadir tentang betapa mulyanya orang tua yang memudahkan putra putrinya dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren.

“Setiap santri yg menekuni ilmu baik dikhususkan atau tidak orang tua yg telah meninggal akan diampuni dosanya oleh Allah,” demikian wejangan Kiai Ali Mufti yang disambut pekik Amin oleh semua yang hadir diacara tersebut.

Untuk diketahui, kegiatan Ramadhaniyah Maktab Nubzatul Bayan Al-Hamidiyah Ponpes Raudlatul Iman ini, diselenggerakab selama 20 hari di Pondok Raudlatul Iman. (Ferry Arbania)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *